Tiga Kontroversi Gubernur Ahok

Tiga Kontroversi Gubernur Ahok

472
1
BERBAGI

RB, Jakarta – Berbicara tentang pemimpin, Ahok pantas meraih gelar Gubernur Paling Kontroversial tahun ini. Setiap yang diucapkannya pastilah menuai kritik di mana-mana. Ini karena nilai kebijakan dan ketidakberpihakannya pada masyarakat Jakarta.

Dari gaya bicara, sampai pada Literatur kata-kata yang diucapkan, seolah-olah penuh tendesi. Sejak awal tahun sampai bulan Maret 2016, kesibukan Ahok   adalah kegalauan antara memilih Teman Ahok atau partai-partai yang mencoba merayunya.

Menarik bukan? Mari kita melihat peristiwa kontroversi yang dibuat olehnya pada bulan Januari sampai Maret tahun ini.

1. Ahok Sayang Istri

Di balik sikap kegarangannya, ternyata Ahok dikenal sebagai suami yang sayang istri.  perjalanan panjang permasalahan Sumber Waras itu terjadi karena Sang Princessnya, Veronica Tan. Alih-alih untuk membuat RSUD yang khusus kanker. Akhirnya, Ahok menuruti kehendak istrinya untuk membuat RSUD khusus kanker.  Proyek ini awalnya ingin dibangun diatas lahan seluas 3,7 Hektare di sebelah RS Sumber Waras.

Dukungan Ahok sebagai seorang suami, terlihat kala Veronica Tan menandatangani MoU antara YKI ( Yayasan kanker Indonesia) dengan Singapore Internasional Foundation dan Rachel House Foundation, di Balaikota, Jakarta, 20/01 lalu. Akan tetapi, untunglah hadir BPK yang masih waras untuk menghentikan mimpi seorang istri untuk membangun RSUD Yang akan menelan biaya APBD sebanyak 750 M itu.

2. Banjir Jakarta Akibat PLN Takut Kesetrum

Menjadi masalah klasik ketika melihat Jakarta dikepung banjir yang menyebabkan lumpuhnya kegiatan masyarakat Jakarta. Hal ini menjadi prahara tersendiri bagi Ahok, yang menganggap  adanya kambing hitam, dan akhirnya Ahok memilih salah satu kambing hitamnya, PLN yang malang.

Hujan deras sejak minggu 8 Februari 2015 sampai 10 Februari pagi,  membuat Ahok geram,  “Banjir ini disebabkan karena pompa nggak bisa jalan. Kalau pompa nggak jalan hujan terus ya naik dong air. Pertanyaan nya kenapa PLN matikan Lampu. Alasannya takut kesetrum orang!” Tuturnya pada 10/02 lalu. Ajaib, bukan?

3. Ahok Vs DPRD DKI Jakarta

Di tengah kebosanan para PNS DKI yang belum mendapatkan gaji sampai awal bulan Maret ini, kisah baru kembali muncul, ketika Ahok berbicara mengenai masalah yang ada di tubuh DPRD DKI Jakarta.

Sampai-sampai, hal ini digambarkan cicak melawan buaya versi Jakarta. Ahok dituding melakukan kegiatan guna mencairkan dana siluman. Akhirnya, DPRD DKI menyepakati untuk dilaksanakannya hak angket kepada Ahok.

Permasalahan yang terjadi sampai pada perhatian publik, bahkan menjadi bahan televisi menaikkan ratingnya. DPD RI pun tak mau kalah, dengan mengadakan diskusi bertajuk Ahok vs DPRD (DKI Jakarta, red). Di gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, 04/3/lalu.

Ajaib bukan, gubernur kita itu?

1 KOMENTAR

  1. Great article. It reminds me of a favorite quote by Jacqueline Novogratz – “Just start. Don’t wait for perfection. Just start and let the work teach you. No one expects you to get it right in the very beginning and yo&8u#217;ll learn more from your mistakes than you will from your early successes anyway. So, stop worrying so much and just look at your best bets and go.”[]

LEAVE A REPLY