Tetap Menghafal Al-Qur’an Meski Sibuk? Ini Tipsnya!

Tetap Menghafal Al-Qur’an Meski Sibuk? Ini Tipsnya!

396
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Hai Sahabat RB! Menghafal Al-Qur’an tidaklah mudah. Bagi orang-orang yang sibuk khususnya, mereka teramat sulit menentukan waktu untuk menghafal. Padahal menghafal itu mudah, karena Allah telah menjaminnya mudah.

Nah, untuk Anda yang sibuk namun ingin tetap menghafal Al-Qur’an, cobalah beberapa tips di bawah ini.

1. Luruskan niat

Pertama kali yang harus kita lakukan adalah meluruskan niat, menghafal Al-Qur’an karena Allah. Bukan karena agar mendapatkan gelar hafidz atau penghormatan manusia, tapi semata-mata karena Allah, mengharapkan ridha Allah, dan menjadi keluarga Allah di dunia. Karena niat yang lurus akan membawa diri menjadi pribadi yang ikhlas.

2. Tekad yang kuat

Jika ingin menjadi penghafal Al-Qur’an, milikilah tekad yang kuat untuk menghafal. Misalnya, pada usia 30 tahun saya harus sudah menghafal 20 juz Al-Qur’an. Pada usia 35 tahun, saya harus sudah bisa menghafal semua juz Al-Qur’an.

Milikilah target-target pencapaian, agar kita termotivasi untuk mencapainya dengan semangat. Karena niat saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan tekad yang kuat. Dengan tekad yang kuat, kita akan menjadi baja untuk menggapai impian. Seberapa pun sulitnya.

3. Tetapkan waktu untuk menghafal

Menghafal Al-Qur’an harus ditetapkan waktunya. Jika tidak, kita tidak akan menyempatkan karena tergerus oleh kesibukan. Jika benar-benar berniat untuk menjadi penghafal Al-Qur’an, maka tetapkanlah beberapa waktu untuk menghafal. Tiga jam sehari saja, cukup. Bisa dibagi dengan tidak penuh sekaligus 3 jam, namun dipecah menjadi 1 jam setelah Shalat Subuh, 1 jam setelah Shalat Maghrib, dan 1 jam sebelum tidur. Tiga jam dalam sehari itu terbilang sangat sedikit dibandingkan waktu yang kita punya, 24 jam.

4. Manfaatkan waktu luang

Sesibuk apa pun, kita pasti tetap memiliki waktu luang. Di perjalanan misalnya, daripada hanya diam atau tidur di dalam kendaraan, lebih baik kita gunakan untuk menghafal. Bukalah mushafmu, baca dan hafalkan ayat per ayat. Ulangi sampai 20 kali setiap ayat.

5. Manfaatkan HP-mu untuk memutar murotal

Handphone kita saat ini sudah canggih, bisa menyimpan lagu-lagu, video, dan MP3 berbagai macam. Nah, daripada hanya digunakan untuk menyimpan lagu yang tidak bermanfaat, lebih baik kita ganti dengan murotal! Sebagian orang lebih mudah menghafal dengan mendengarkan murotal terlebih dulu daripada membuka mushaf.

6. Gunakan mushaf yang sama

Untuk menghafal tidak cukup hanya dengan mendengar. Kita harus tetap melihat mushaf untuk memastikan panjang-pendeknya suatu bacaan serta hukum tajwidnya. Gunakanlah mushaf yang sama ketika menghafal, agar memudahkanmu untuk mengingat ayat.

7. Memahami isi bacaan

Terbagus adalah ketika menghafal, kita memahami isi bacaan. Karena dengan memahami isi bacaan, kita akan memahami kronologi kejadian secara berurutan, seperti kisah-kisah, asbabun nuzul, sejarah, hukum fiqih, kafarat dan lainnya.

8. Membacanya saat shalat

Untuk menguatkan hafalan, bacalah hafalan Al-Qur’an saat shalat!

Karena saat shalat adalah saat paling sakral maka kita akan membacanya dengan penuh hikmat dan berhati-hati sehingga mempersiapkan bacaan dengan sebaik-baiknya.

9. Milikilah teman yang semangat menghafal Al-Qur’an juga

Jika kamu ingin menjadi penghafal Al-Qur’an, milikilah teman yang juga semangat menghafal Al-Qur’an. Agar bisa saling menyetor hafalan dan bisa saling mengoreksi jika ada kesalahan. Selain itu, bisa menambah semangat juga dalam menghafal.

10. Mengulang hafalan

Meski sibuk, hafalan harus tetap diulang agar tetap berada di dalam ingatan. Semakin banyak juz yang dihafal, semakin sering kita harus mengulang hafalan.

11. Mulailah dari juz-juz yang mudah di hafal (juz 30, 29, dan 28)

12. Memanfaatkan waktu setelah shalat malam

Waktu shalat malam (tahajud) adalah waktu terbaik untuk menghafal karena pada saat ini suasana masih sunyi dan bisa membuat konsentrasi pikiran lebih dalam. Saat siang hari kita sudah disibukkan dengan kegiatan-kegiatan.

13. Berdo’a

Pertolongan itu datangnya dari Allah. Berdo’alah, semoga Allah memudahkan kita untuk menghafal. Karena kita hamba yang lemah dan butuh banyak pertolongan. Sekuat apa pun usaha, harus tetap diiringi dengan do’a.

14. Jauhi maksiat dan senantiasa bertaubat

Al-Qur’an itu suci. Menghafalnya membutuhkan kemurnian dan kebersihan hati. Jauhilah dosa dan maksiat seperti bohong, ghibah, dan lainnya agar hati senantiasa mau bersahabat dengan Al-Qur’an. Hati yang bersih akan mudah menerima kebaikan. (NR)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY