Tagar #GuePilihAniesSandi Populer, Yuk Simak Penjelasannya!

Tagar #GuePilihAniesSandi Populer, Yuk Simak Penjelasannya!

162
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Tagar #GuePilih AniesSandi populer hari ini setelah deklarasi dukungan Nasdem se-Jakarta Timur kepada pasangan nomor 3, pada hari ini, 27/12.

Ada sejumlah alasan kenapa pasangan Anies-Sandi memang layak menjadi pilihan. Ada sejumlah kriteria, seperti masalah anti korupsi, masalah aspirasi dan kedekatan dengan pemuda, serta masalah ide-ide yang ditawarkan.

Sejak awal kita tahu bahwa Anies Baswedan adalah tokoh anti korupsi yang terbentuk secara alamiah, dia bukan diberikan gelar oleh pihak manapun dan bukan juga menyengaja membuat statemen-statemen yang cenderung promosi diri.

Pada tahun 2013, publik tentu masih ingat keputusan Presiden SBY menunjuk Anies sebagai Ketua Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus yang menimpa ketua KPK Antasari Azhar. Seorang anggota komite etik, apalagi ketuanya, tentu harus seseorang yang lulus saringan anti korupsi.

Dia bukan hanya anggota atau ketua KPK, tapi ketua komite etik! Ini menunjukkan reputasi bersihnya di bidang politik, dan betapa sesama tokoh politik sendiri menghormatinya sebagai tokoh yang bijak menangani kasus korupsi.

Mengenai kemampuannya untuk menggerakkan pemuda, hanya orang bodoh dan gagap teknologi yang mempertanyakan kemampuannya. Sejak dulu, ia konsisten membangun Gerakan Indonesia Mengajar yang kemudian konsep ini juga digunakan untuk menyempurnakan konsep SM3T dari Kemenristek-Dikti.

Para sarjana lulusan strata 1, dikumpulkannya lalu diberi pelatihan. Setelah itu, mereka, pemuda-pemuda itu, diutus ke daerah yang tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia untuk mengabdi di sana.

Ratusan kutipan pidatonya saat melepas para pemuda itu menjadi viral. Betapa semangatnya membangun Indonesia bahkan sudah diwujudkan, bahkan sebelum ia menjadi menteri sekalipun.

Ketika ia menjadi Menteri Pendidikan era Joko Widodo, ia dianggap sebagai menteri paling berhasil. Ia membekukan kurikulum 2013 yang menyimpan banyak masalah, seperti memberatkan guru dan siswa. Ia juga mengubah konsep ujian nasional.

Sebelum ia direshuffle, ia membuat kebijakan yang terbilang monumental, yaitu, ketika hari pertama masuk sekolah semester ganjil, orang tua harus mengantarkan siswanya ke sekolah dan ini menjadi perhatian para orang tua di seluruh Indonesia. Bahkan mereka harus cuti dari pekerjaan masing-masing.

Tak terhitung berapa ratus desa yang sudah dibangun melalui program Indonesia mengajar. Lebih tak terhitung lagi berapa siswa yang mendapatkan motivasi belajar lebih kuat ketika diantar orangtuanya.

Jaminan bahwa Jakarta akan lebih bersih dari korupsi sudah ada. Jaminan bahwa anak-anak di Jakarta akan mendapatkan hak pendidikan dengan lebih manusiawi sudah ada.

Sang wakil, Sandiaga Uno, juga dikenal dekat dengan masyarakat. Sejak tahun 2011, jauh sebelum Pilgub, salah satu oran terkaya di Indonesia ini juga sudah berulang-ulang membuat pelatihan bagi pedagang kecil.

Jaminan bahwa ia akan sulit korupsi, didasari kenyataan bahwa ia adalah salah satu orang terkaya di Indonesia. Buat apalagi korupsi?

Ia juga terkenal pelit. Dalam arti, ia akan sedikit sekali balas budi kepada pengusungnya dalam hal biaya. Ia betul-betul seorang yang hemat dan penuh perhitungan. Dengan sifatnya ini, pilkada menjadi lebih efisien dan tidak menyisakan utang politik yang tak perlu!

Pasangan ini, adalah pasangan yang paling mengenal tabiat anak muda. Mereka tidak perlu membuat organisasi kepemudaan sebab semuanya diwujudkan dengan kerja nyata, baik sebelum maupun sesudah kampanye. Baik, dengan alasan kampanye maupun bukan, mereka tetap membangun.

Pasangan ini, adalah pasangan yang paling baik untuk mendeskripsikan kata anti korupsi. Maka , untuk itu tak heran jika Boy Sadikin, alumni PDI-P, melabuhan hatinya ke pasangan ini. Tak kurang, KAHMI dan ILUNI UI pun demikian. Dan hari ini, NasDem se-Jakarta Timur tak ayal ikut serta merestorasi dirinya mendukung pasangan ini.

Jadi, jelas kenapa #GuePilihAniesSandi. (HG)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY