Simak, Nasihat Urusan Harta Rumah Tangga Khas Keraton Jawa (Bagian 1)

Simak, Nasihat Urusan Harta Rumah Tangga Khas Keraton Jawa (Bagian 1)

80
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Dalam khazanah kesusastraan Jawa, Serat Darmawasita karangan KGPAA Mangkunegara IV tahun 1878 M telah membahas perkara nasihat rumah tangga ala keraton Jawa.

Serat ini ditemukan dalam kumpulan Serat Warna-Warni yang ditulis menggunakan aksara Jawa anyar dalam bahasa Jawa. Dalam Pupuh Mijil, kita akan menyimak apa isinya dalam 19 bait.

Mulai dari bait kedelapan, berisi tentang penggunaan harta bagi suami dan istri.

8 Mring gawane wong wadon kang asli
Terhadap harta bawaan orang wanita yang asli

tan kena denemor
tidak boleh dicampur

lamun durng ana palilahe
sebelum ada izin

yen sajroning salaki sarabi
bila dalam perkawinan

wimbuh raja ta di
kekayaan bertambah

iku jenengipun
itu namanya.

9 Gana gini pada andarbeni
Gana-gini dimiliki bersamasama

lanang lawan wadon
laki-laki (suami) serta istri

wit sangkane saka sakarone
karena harta itu datangnya dari mereka berdua

nging wewenang isih aneng laki
tetapi yang berhak masih suami

marma ywa gagampu
oleh karena itu jangan engkau meremehkan

raja ta di mau
yang dinamakan kekayaan tadi

10 Gana gini ekral kang njageni
Harta yang diperoleh sejak menikah merupakan harta yang harus dijaga

saduman wong wadon
yang sebagian untuk istri

kang rong duman wong lanang kang darbe
yang dua bagian suami yang memiliki

lamun duwe anak jalu estri
apabila mereka memiliki anak laki-laki atau perempun

bapa kang wenehi
bapak yang memberi

sandhang panganpun
sandang pangan mereka

11 Pamo pegat mati tuwin urip
Apabila cerai baik mati atau hidup

nggonira jejodhon
dalam berumah tangga

iku ora sun tutur kukume
itu tidak kuberitahukan peraturannya

wewenange ana ing sarimbit
wewenangan ada di mereka berdua

ing mengke mbaleni
sekarang kembali lagi pada

tuturingsun mau
nasihatku tadi. (AA)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY