Serial Kecurangan Pilkada: KTP Doang Bisa Nyoblos

Serial Kecurangan Pilkada: KTP Doang Bisa Nyoblos

94
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Hari itu, TPS 99 di Kelurahan Cabe Rawit menjelang siang, sebagian warga sudah mencoblos. Mereka ramai membicarakan keamanan dan ketentraman kelurahan mereka.

Banjir sesekali datang akan tetapi hari ini sedang cerah. Tentu, mayoritas mereka mengikuti Aksi Bela Islam 411 dan 212. Bakda shalat subuh berjamaah, sebagian besar kaum pria bersiap di TPS masing-masing.

KPPS, Pak RW, Pak RT, dan sebagian besar saksi sudah di tempat. Formulir sudah lengkap dan bilik suara dipastikan tertutup serta nyaman.

Daftar pemilih tetap di TPS 99 itu, adalah 450 orang, dan 440 di antaranya sudah mencoblos. Akan tetapi, pukul 11 itu, tiba-tiba tiga puluhan orang tidak dikenal datang ke TPS.

“Kami pegang e-KTP,” kata mereka. “Ya, tapi nama kalian tidak ada di DPT” kata saksi. Karena obrolan semakin panas, Pak RT datang dan membuka suara.

“Kalian punya Kartu Keluarga?” mereka menunjukkannya pada Pak RT. Lalu Pak RT bertanya, “Kalian tingga di sebelah mana?”

Mereka gagap, mereka menjelaskannya dengan rumit sekali. “Di belakang mushala, yang ada jalan kecil, lalu jalan besar….”

Pak RT menyela, “Oh gitu, nama mushalanya apa pak?” mereka terdiam, tak bisa menjawab. Beberapa saksi mulai kasak kusuk. Mereka tidak pernah melihat kelompok orang ini sebelumnya.

Tapi mereka ngotot, “Kami punya e-KTP!” kata mereka. Dengan peraturan KPU yang izinkan setiap pemilik KTP untuk nyoblos, maka mau tidak mau ketiga puluh orang asing itu mencoblos.

Para saksi, KPPS, Pak RT, maupun para warga yang ada bingung. Sebab mereka tidak pernah bertemu sebelumnya.

“Ada-ada saja,” kata Pak RT. “Biar saja pak!” kata seorang warga. “Nanti bapak diintimidasi media, katanya tidak izinkan pencoblos malah repot!” katanya lagi.

Dari mana mereka punya e-KTP? Pikir Pak RT. Punya Kartu Keluarga pula, keluhnya lagi. Bukankah mengurus e-KTP minimal dua bulan? Dalam dua bulan terakhir, sejak Ramadan bahkan, seingat Pak RT tidak ada warga baru.

Yang ada hanya mahasiswa yang di kost, dan mereka hari ini tidak ada di tempat. Ada juga beberapa penjual es yang warga daerah lain, namun mereka tidak mencoblos.

“Oh, begitu….” Pak RT menemukan sesuatu dalam pikirannya. “Begitu ya caranya curang pemilu….”

Redaksi Ruangbicara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY