Serial Kecurangan Pilkada: Bagi-Bagi Duit Hari Pencoblosan

Serial Kecurangan Pilkada: Bagi-Bagi Duit Hari Pencoblosan

117
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Di TPS 100 Kelurahan Cabe Rawit, sebagian besar warga saling berbincang beberapa saat sebelum mencoblos. “Dikasih berapa?” kata Pak Abu.

“Dua ratus,” kata Pak Adi. “Amplopnya nomer berapa?” tanya Pak Abu lagi.

“Nomor empat,” kata Pak Adi. Pagi tadi, tiga pemuda berbaju otak-otak berkeliling dan membagikan amplop pada warga RT 03, yang akan memilih di TPS 100.

Pasangan calon lain sudah tertib dan masing-masing tim sukses serta saksi sudah bersama melaksanakan imbauan subuh berjamaah. Namun tidak dengan pasangan yang satu ini.

Di media ramai pasangan calon menyerukan bersih dari politik uang. Namun pagi itu, di RT 03 Cabe Rawit, ternyata disebarkan 300 amplop berisi uang dua ratus ribu.

Kira-kira, lima puluh juta. Sedangkan ketiga pemuda tadi dibayar masing-masing tiga juta Rupiah.

Ketika penghitungan, ternyata hasil survei yang sebelumnya memenangkan gubernur muslim, sangat drastis menghasilkan hitung-hitungan yang imbang.

Maklum saja. Mayoritas warga tidak melanjutkan hingga perguruan tinggi dan bekerja sebagai pedagang kecil.

Meski tidak semua pedagang kecil menyetujui kecurangan, akan tetap uang dua ratus ribu tidaklah bisa dianggap sepele.

Ya, klaim sebagai pasangan calon anti korupsi itu cuma bohong-bohongan saja. Suara tetap suara, harus dibayar.

Pak Abu dan Pak Adi tetap tidak mencoblos pasangan calon yang curang tadi. Akan tetapi, kejadian ini menjadi preseden serius.

Mau bagaimana, wong pak RT dan Pak RW dapat lima juta sendiri….

Redaksi Ruangbicara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY