Sebut Anies-Sandi Pecah Belah Parpol, Bukti NasDem Tak Siap Berdemokrasi

Sebut Anies-Sandi Pecah Belah Parpol, Bukti NasDem Tak Siap Berdemokrasi

229
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Menyusul deklarasi dukungan ratusan kader NasDem Jakarta Timur yang dikukuhkan pada hari ini, 27/12 di Panglima Polim dan diwakili oleh Ketua Relawan NasDem Sejati sekaligus Ketua DPC NasDem Jatinegara, pihak tim kampanye pasangan calon Ahok-Djarot berang.

Seperti diungkapkan melalui rilis yang dikeluarkan oleh Bestari Barus, anggota DPRD dari Fraksi NasDem sekaligus Wakil Ketua Bappilu Partai Nasdem, Anies-Sandi dianggap tidak memenuhi etika politik.

“Sdr. Anies dan Sdr. Sandi agar menjunjung etika politik dengan tidak melakukan gerakan yang memecah belah Partai Politik,” tulisnya dalam keterangan media.

Ia juga menegaskan bahwa kader yang bersangkutan sudah dipecat dari struktural maupun keanggotaan partai NasDem pada hari yang sama.

Sikap ini justru kurang bijak, sebab, sejak Basuki Tjahaja Purnama dicalonkan, tak kurang 4 partai sudah berpecah belah. Di antaranya, PDI-P melalui mundurnya mantan ketua DPD PDI-P Jakarta Boy Sadikin, Partai Hanura melalui mundurnya jajaran DPD Jakarta, Partai Golkar dengan mundurnya salah satu Ketua DPP, dan juga perpecahan yang terjadi di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), ketika kubu Djan Faridz mendukung Paslon nomor urut 2.

Jadi, tuduhan bahwa Anies-Sandi memecah belah partai politik, adalah tuduhan yang harusnya dialamatkan pada Basuki. Justru, melalui penghinaan Al-Qur’an, Basuki sudah memecah belah umat islam dan juga barisan para ulama. (AA)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY