Sebuah Kisah Mengenai Doa-Doa

Sebuah Kisah Mengenai Doa-Doa

69
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Di beberapa kota pada suatu bangsa ada orang-orang yang teramat mencintai dunia berdoa, “Ya Tuhan, tambahlah lagi nikmat-Mu. Aku ingin tahta dari sebuah kerajaan. Aku ingin menguasai kerajaan itu.” sementara kerabat dekatnya memohon, “Ya Tuhan berikanlah aku jabatan. Berikanlah harta yang melimpah untukku. Aku ingin meraup keuntungan dari orang-orang itu.”

Sementara di sudut kota yang lain ada yang menengadah sambil berdoa penuh harap dan takut, “Wahai Allah, sungguh kami tak akan mampu jika bangsa kami dipimpin oleh pemimpin dan para kawannya yang licik.

Ya Allah, karuniakanlah keberkahan pada bangsa kami. Tunjukilah bahwa yang benar itu adalah benar dan yang salah adalah salah.

Tidak ada yang memfitnah lagi tuduhan berbuat makar, dengan nama Islam.”

Lalu kerabatnya yang satu tipe berdoa, “Duhai Allah, limpahkanlah rahmat dan hidayah-Mu untuk para penguasa kami, para pemimpin kami. Lembutkanlah hati di antara mereka. Terangilah dengan cahaya-Mu yang tak pernah padam.”

Namun di beberapa kota Timur ada yang berdoa dengan ditemani lelehan air mata selalu, “Wahai Rabb… Aku ridha jika dengan ini Engkau meridhai aku sebagai hamba-Mu yang Kau cintai.

Cintaku dari-Mu di dunia hingga akhirat. Aku ikhlas jika dengan ujian-Mu aku bisa berada pada satu tempat, aku bisa melihat-Mu pada jarak yang begitu dekat. Pada tempat indah, dan ada suara-suara ketenangan.”

Sementara kerabat terdekatnya berdoa, “Aku percaya, bahwa Engkaulah hakim yang paling adil. Maka ya Allah semoga Kau memampukan raga dan jiwa kami ”

Ika Nurmawati

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY