Kesuksesan penggunaan Telegram di Iran

Kesuksesan penggunaan Telegram di Iran

312
0
BERBAGI

[Terjemahan]
www.lemonde.fr

Dalam kampanye untuk Pemilu Legislatif dan Majelis Ahli Iran yang dibuka pada Jumat, 26 Februari 2016, aplikasi Telegram telah mengambil tempat yang cukup baik untuk dipertimbangkan sebagai alat pertukaran pesan yang aman dalam kelompok mereka, di mana setiap orang dapat mengakses “rantai” publikasi terbuka untuk umum tanpa disaring atau diblok oleh Twitter atau Facebook.

Sejumlah 40% dari warga Iran dapat dengan mudah mengakses internet, serta dapat terus mengikuti dan mengomentari kampanye yang ada tanpa diketahui oleh media-media pemerintah. Di sana mereka dapat saling mempelajari rekam jejak calon, yang terkadang sambil berusaha memobilisasi suara kerabat, memboikot, atau bahkan membuat lelucon konyol tentang pemilu.

Nariman Gharib, kepala saluran TV Manoto, yang berbasis di London, dibuang seperti saluran-saluran TV non pemerintah Iran lainnya.

Ia mengatakan, “Pada channel Manoto, kita memiliki iReporter di mana orang-orang mengirimkan video atau foto dari Iran dan kami mendistribusikannya, sungguh menakjubkan, kami menerima lebih dari lima puluh informasi menarik setiap hari melalui Telegram!”

Pihak berwenang yang cepat bereaksi langsung menuduh aplikasi tersebut sebagai media penyebaran yang “tidak bermoral” dan secara teratur mengancam untuk memblokir aplikasi tersebut. “Jika Telegram tidak ditarik, dalam jangka pendek, langkah-langkah hukum yang tepat untuk menegakkan hukum akan diaplikasikan, kita harus menyaringnya”, ungkap Abdul Samad Khorram Abadi, sekretaris kementerian Telekomunikasi.

Negara Iran sempat meminta pendiri dan pemimpin Telegram di Rusia, Pavel Durov, untuk menempatkan mekanisme monitoring dan sensor dalam aplikasinya, namun permintaan tersebut ditolak dengan tegas. (MA)

Oleh : Martin Untersinger dan Louis Imbert, diterjemahkan oleh Milka Anggun dari lemonde pada 29/02.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY