Retorika Menyinggung SARA Ala Donald Trump

Retorika Menyinggung SARA Ala Donald Trump

274
0
BERBAGI

RB- Bursa pemilihan bakal presiden Amerika Serikat diramaikan oleh satu kandidat nyentrik yang kerap melontarkan pernyataan-pernyataan yang meresahkan.

Seperti diberitakan oleh politio.com, terkait kejadian ledakan selasa pagi 22/03 bom di Brussels, Donald J. Trump yang saat itu diwawancarai di salah satu program TV ‘Fox & Friends’ mengatakan, “Sejak lama saya telah memperingatkan Brussels tentang hal ini, sekarang lihatlah. Kota cantik tanpa kasus kriminal ini telah berubah menjadi kota bencana.”

Saat ditanya tentang apa yang akan ia lakukan apabila AS mendapat bencana serupa dan ia adalah presidennya. Dengan berbelit Trump menjawab, akan menutup perbatasan dan mengusir imigran-imigran di AS.

“Kita tidak tahu, mereka (para imigran) berasal darimana. Mereka bisa saja bagian dari ISIS, atau memiliki hubungan dengan ISIS. kita tidak tahu, karena mereka tak punya dokumen.” lanjutnya.

Pada kesempatan lain, seperti dilansir oleh dailymail.co.uk. Trump menyatakan, perlunya AS meningkatkan pengawasan terhadap para muslim, terutama masjid-masjidnya. Sebab menurutnya, masjid menjadi sumber dari ide-ide terorisme dan kebencian.

Presiden Obama mengkritik keras para kandidat yang menyatakan, bahwa keberadaan muslim di AS mengancam keselamatan mereka. “Kita harus bersama menolak politik apapun yang menargetkan seseorang karena ras atau agamanya.” ungkapnya dalam sebuah kesempatan debat.

“Ketika para politikus menghina muslim, saat masjid-masjid menjadi korban vandalisme, atau anak-anaknya dianiaya, itu semua tak menjadikan kita (AS) lebih aman. Salah besar. Justru hal itu akan mengundang cercaan negara lain, menyusutkan AS di mata dunia, dan mempersulit kita mencapai tujuan, juga sebagai bentuk pengkhianatan sebuah negara terhadap warganya.” sambungnya. Seperti dikutip dari times.com.

Yang perlu disadari adalah, kandidat satu ini terus melontarkan kalimat-kalimat tajam dan tendensius. Sentimennya inilah yang ditakutkan apabila ia berhasil menang pada pemilu mendatang, sepertinya akan menghasilkan banyak kebijakan anti Islam yang sedikit banyak mempengaruhi dunia Islam yang sedang carut-marut dengan konflik pribadi negaranya masing-masing. (IF)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY