Pojok Broadcast: NU-Ku Bukan NU-Mu

Pojok Broadcast: NU-Ku Bukan NU-Mu

39
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Siapapun yang menghina NU, pasti, kami dan seluruh keluarga kami akan sakit hati. Sebab NU rumah besar kami.

Bapak dan kakek kami semua orang NU, Sebab NU wadah dari Thariqah ahlu sunnah wal jamaah.

Empat madzhab besar amalan Fiqh NU, aqidah Ahlu sunnah wal jamaah, Asya’iroh dan Al-maturidiyah merupakan penggerak amalan salaful Ummah adalah Rujukan NU

No syiah, no wahhabi, no mu’tazilah, no khawarij, no ahmadiyah, no liberal dan faham apapun yg diluar dari empat amalan fiqh dan dua rujukan aqidah diatas tidak boleh berada didalam NU.

Sebab NU didirikan oleh Hadratus syekh KH Hasyim As’ari untuk menampung dan membentengi aqidah ummat, berpondasikan kepada Konsep diatas.

Namun NU sekarang sudah di obok-obok, oleh oknum-oknum culas dan penjilat, hanya demi kepentingan sesaat urusan duniawi dan jabatan semua golongan dicampur aduk kedalam NU

Hingga yang syiah ngaku-ngaku NU, yang liberal ngaku-ngaku paling NU, yang ahmadiyah, ngaku NU juga, bahkan Katolik dan protestan juga ikut-ikutan ngaku NU.

Yang penting punya duit dan jabatan siapapun boleh didapuk menyandang gelar kehormatan NU, apapun agama dan aqidah nya tak jadi masalah

Kemudian muncullah

KH. Novanto

KH. James riyadi

KH. Luhut panjaitan

KH. Ahok/ Basyawqi nurul qomar.

Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan seperti ini, kami warga NU yg masih mempunyai Hati nurani, menjerit dan berteriak, tak perduli teriakan kami menusuk gendang telinga mereka, sehingga membuat mereka mencak-mencak dan merah padam.

Itu semata karena kecintaan kami kepda NU, tak rela Marwah NU menjadi rendah hanya karena perbuatan oknum-oknum culas mata duitan.

Jeritan moh Aflah
Dari
Kampung

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY