Pembunuhan-Pembunuhan Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Islam

Pembunuhan-Pembunuhan Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Islam

501
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Dalam sejarah agama islam, seorang tokoh besar atau ulama yang terbunuh selalu meninggalkan jejak yang kuat bagi perkembangan keagamaan maupun sosial-religius setelahnya. Tim Ruangbicara merangkum pembunuhan paling berpengaruh dalam sejarah islam!

1. Pembunuhan Khalifah Umar Ibn Abdul Aziz

Beliau dianggap sebagai Khulafaur Rasyidin kelima, karena keadilan dan kehati-hatiannya dalam beragama. Beliau memerintah setelah Khalifah Walid Bin Abdul Malik, sebagai khalifah keenam Dinasti Umayyah. Setelah memerintah dua tahun, ia banyak membuat pembesar Dinasti Umayyah tersingkir sebab ia tidak menyukai gaya hidup bermewah-mewahan.

Ia dibunuh dengan diracun, di istananya, Ibukota Damaskus. Setelah beliau, tidak ada lagi kekuasaan yang stabil sebab Dinasti Umayyah diisi orang-orang yang tamak dan serakah.

2. Pembunuhan Khalifah Tandingan, Abdullah Bin Zubair Bin Awwam

Abdullah Bin Zubair adalah orang pertama yang lahir pada tahun pertama hijrah, dan Rasulullah langsung memasukkan makanan kunyahannya kedalam mulut Abdullah.

Pada saat Muawiyah mengangkat Yazid sebagai khalifah penggantinya, Abdullah Bin Zubair tidak setuju dan masyarakat Makkah, Madinah, Thaif, dan sekitarnya mengangkat beliau sebagai tandingan. Setelah 20 tahun bergerak, ia dibunuh dalam sebuah perang.

Perang itu terjadi pada masa Khalifah Abdul Malik Bin Marwan, 70 tahun setelah hijrah, dan terjadi di Kota Makkah. Ia gugur setelah lontaran ketapel batu menimpa ka’bah hingga hancur, sedangkan ia berlindung di dinding ka’bah. Dengan begitu, berhentilah gerakan tandingan bagi Dinasti Umayyah.

3. Pembunuhan Khalifah Umar Bin Khattab

Khalifah Umar adalah orang yang dikenal sangat adil, tegas, sehingga dianggap lambang keadilan penguasa oleh masyarakat muslim. Pada masanya, ia menaklukkan ibukota Persia, Madain, dan merebut Jerussalem.

Suatu hari ketika ia mengimami shalat, ia ditusuk dengan pisau beracun bermata dua oleh Abu Lu’lu, dan meninggal setelahnya. Ia wafat setelah 10 tahun memerintah, dan dengan pembunuhan ini, beberapa sejarawan islam menganggap pintu kemunduran islam secara politik terbuka.

4. Pembunuhan Khalifah Utsman Bin Affan

Pembunuhan ini adalah salah satu peristiwa paling memilukan dalam sejarah islam. Pada lima tahun terakhir dalam 12 tahun pemerintahannya, karena kekuasaan islam semakin meluas, banyak fitnah beredar. Di antaranya, tuduhan KKN dan lemahnya gaya kepemimpinan beliau.

Sekitar 1500 demonstran datang ke Madinah dari 3 kota, dan disusupi oleh kegiatan gelap perusuh. Akhirnya, demonstrasi itu memuncak setelah sebelumnya berhasil ditangani, karena ulah Marwan Bin Hakkam, dan mereka menyerbu gedung kediaman Khalifah Utsman. Meninggalnya beliau menjadi sumber fitnah dalam sejarah, karena terjadi dua perang besar untuk menuntut dibukanya pengadilan untuk pembunuhan ini.

5. Pembunuhan Khalifah Imam Ali Bin Abi Thalib

Setelah terbunuhnya Utsman, publik sepakat mengangkat Ali Bin Abi Thalib sebagai khalifah dengan beberapa syarat dari Ali. Beliau memerintah selama 4,5 tahun, dan menghadapi tuntutan dari kubu Ummul Mukminin Aisyah Binti Abubakar yang menyusun pasukan bersama Zubair Bin Awwam, dan Muawiyah Bin Abi Sufyan, Gubernur Suriah-Palestina yang juga masih keluarga Utsman.

Dua perang besar terjadi dalam waktu berdekatan. Perang Jamal, antara Ali dengan Aisyah, dan perang Shiffin, antara Ali dengan Muawiyah. Dua perang ini terjadi karena kedua pihak menuntut Ali mencari pembunuh Utsman, tetapi pihak Ali dianggap lamban.

Dari Perang Shiffin, kubu Ali terpecah tiga, salah satunya menjadi Syiah, yang makin fanatik, dan kubu Khawarij, yang tidak lagi percaya pada Ali. Akhirnya kubu Khawarij membunuh Ali di Kufah, pada waktu shalat subuh, dan terjadi polemik kekuasaan setelah itu.

6. Pembunuhan Husain Bin Ali Bin Abi Thalib

Setelah terbunuhnya Ali, masyarakat mengangkat Hasan, anaknya, menjadi Khalifah. Tetapi, Gubernur Suriah, Muawiyah, malah mendeklarasikan diri menjadi Khalifah. Akhirnya Hasan mengalah karena tak ingin terjadi perang. Adiknya, Husain, tetap tak rela kekhalifahan dipegang Muawiyah, sekaligus tanda berdirinya Dinasti Umayyah.

Husain bertambah tak rela ketika Muawiyah mengangkat Yazid, anaknya, menjadi Khalifah pengganti dirinya beberapa tahun kemudian. Akhirnya, Husain berangkat dari Madinah ke Irak untuk mengambil baiat dari penduduk Irak. Tetapi, ia ditipu. Ia malah disambut pasukan, dan akhirnya ia dibantai bersama ratusan Ahlul Bait, keluarga Nabi Muhammad. Pembunuhan ini terjadi di Tanah Karbala, dan bagi kaum Syiah, pembunuhan ini diperingati pada Hari Asyura karena demikian memilukannya. (AR)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY