Negeri Matahari Terbit, Jepang, Diguncang Gempa Besar

Negeri Matahari Terbit, Jepang, Diguncang Gempa Besar

219
0
BERBAGI

RB, Internasional-Gempa berkekuatan 7.3 SR mengguncang daerah Kumamoto, Jepang, Sabtu 16/04. Gempa ini merupakan susulan setelah 2 hari sebelumnya, Kamis 14/04 Kumamoto juga dipukul gempa berkekuatan 6.4 SR. Lebih dari 40 orang tewas, dan ratusan lainnya terluka dalam dua gempa ini.

Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshide Suga mengatakan hampir 80 orang diyakini terperangkap atau terkubur di reruntuhan. Tim penyelamat berhasil menyelamatkan 10 siswa dari apartemen sebuah universitas yang runtuh di kota Minami pada hari Sabtu.

20.000 pasukan tambahan juga akan dikirimkan pada hari Minggu, serta tambahan polisi, pemadam kebakaran, dan petugas medis. Seperti yang dilansir reuters.com.

Transportasi daerah terputus dikarenakan bidang jalan, terowongan, dan jembatan layang yang menjadi akses utama ke Kumamoto hancur akibat gempa. Sebuah kastil berusia 400 tahunan di Kumamoto mengalami kerusakan parah.

Jepang memang merupakan salah satu daerah paling rawan gempa di bumi. Kepulauan Jepang merupakan lintasan Pasific Ring of Fire dengan kurang lebih 108 gunung berapi aktif di dalamnya. Letak dan struktur geografisnya inilah yang menyebabkan banyak gempa terjadi di Jepang.

Terhitung sekitar 20% gempa yang terjadi di sana berkekuatan 6.0 SR keatas. Seismometer merekam rata-rata 5 menit sekali terjadi aktivitas tektonik di lempengannya.

Pengalaman pahit dari gempa atau tsunami yang mematikan di tahun-tahun sebelumya membuat Jepang mempelajari strategi untuk mengurangi dampak bencana. Bangunan-bangunan penting telah memiliki struktur dan desain bangunan yang mampu meredam efek getaran gempa.

Sistem peringatan dini dengan sigap akan menyiarkan kepada orang-orang yang dekat dengan pusat gempa agar segera menjauh. Langkah penyelamatan diri telah diajarkan pada setiap lapisan masyarakat dari usia SD. Segala persiapan ini yang akhirnya meminimalisir dampak kerugian akibat bencana langganan di negara samurai ini.

Kini pemerintah masih mengumpulkan korban selamat di fasilitas-fasilitas umum seperti gedung olahraga dan mengirimkan bantuan barang-barang pokok seperti air dan makanan. (IF)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY