Menang PTUN, Retno Listyarti Tunggu Kepatuhan Ahok Pada Putusan Hukum

Menang PTUN, Retno Listyarti Tunggu Kepatuhan Ahok Pada Putusan Hukum

369
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Gugatan bersama Retno Listyarti, mantan Kepala SMAN 3 Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum kepada PTUN terhadap kebijakan pemecatan beliau dari jabatan kepala sekolah dikabulkan di PTUN.

Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beserta jajatan Kadindikdas belum tampak menindak lanjuti putusan hakim ini. Oleh karena itu, pihak Retno mengadakan konferensi pers pada Kamis, 30/06.

Dalam konferensi pers itu, Eny Rofiatul, kuasa hukum Retno, menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta diperintahkan pengadilan untuk, pertama, mencabut SK Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta No. 355/2015 tentang pemutasian Sdri. Retno Listyarti sebagai Kepala SMAN 3 Jakarta. SK telah ini dinyatakan majelis hakim batal demi hukum.

Ia juga menerangkan bahwa pencopotan ini bertentangan dengan asas pemerintahan yang baik dan hak azasi manusia. Dalam peraturan kedinasan, PNS hanya diberi teguran lisan jika meninggalkan pekerjaan selama lima hari berturut-turut, sedangkan Retno hanya meninggalkan SMA 3 selama beberapa jam.

Keputusan pemberhentian Retno sebagai kepala sekolah keluar pada 7 Mei 2015, dan pengajuan ke PTUN merupakan upaya terakhir setelah tidak direspon oleh pihak Pemprov dan Ombudsman. Pemberhentian Retno yang juga Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia mengundang reaksi banyak pihak, karena pemberian surat ini kental dengan nuansa politis.

Diungkapkan pihak Retno saat konferensi pers tahun lalu, salah satu dasar gugatan ini adalah menghilangkan praktek diskriminatif terhadap PNS (Guru) yang bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintahan di Jakarta.

Gugatan Retno dimenangkan PTUN karena, terbukti bahwa Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta melampaui kewenangannya. Sebab, surat pemberhentian harusnya ditandatangani oleh Gubernur. Selain itu, aturan disiplin kepegawaian (PP 53 Tahun 2010) yang digunakan tidak tepat, sebab harusnya menggunakan Permendikbud Nomor 28 Tahun 2010. (AZ)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY