Membela HT dengan Adil

Membela HT dengan Adil

87
0
BERBAGI

Sebelumnya saia pribadi ingin berterimakasih kepada HT dan kaderisasinya karena pernah di izinkan menjadi syabab.

HT dengan cita-cita besarnya “mewujudkan Syariah dalam bingkai Khilafah” memang mengalami pasang surut dalam gerakan.

HT memiliki banyak jasa, terutama di negara-negara dengan iklim demokrasi yang kuat tak terkecuali Indonesia. HT di indonesia dengan kondisi masyarakat yang sebagian besar “baru melek” Islam pasca isu-isu Nasional, mempunyai kontribusi penting dan berhasil memenangkan isu. Jika dulu pernak-pernik liwa dan royah hanya untuk kalangan syabab, sekarang orang-orang umum pede memakainya. Hal ini ditambah dengan kegagalan sistem di indonesia, sehingga Alternatif sistem yang ditawarkan HTI banyak dilirik.

Kemenangan-kemenangan HT dalam suhu perpolitikan negara kebanyakan gempita, dan kebanyakan lagi berada di negara yang baru berkembang semangat keislamannya.

Sedangkan pemerintah dalam sebuah negara biasanya bersikap:

1. Membekukan HT.
Menurut saya ini sikap kekanak-kanakan, gagal move on dan keterbatasan dalam berpikir. Rusia, Inggris, dan beberapa negara-negara Eropa tidak sampai membubarkan HT dikarenakan bagi mereka gerakan yang “berkamuflase” lebih mengerikan dibanding “bungkus” nya saja. Artinya intelektualitas negara-negara eropa jauh berkembang dibanding sikap main bubar saja. Paling tidak sikap pemerintah mewakili kwalitas kecerdasannya saat ini.

2. Ingat teori Samuel Huntington dalam Benturan Peradaban? Kurang lebih aduwallah ini mengatakan: Gerakan Islam yang nampak, lebih mudah dihabisi sebelum gerakan2 “kamuflase” lainnya yang lebih berbahaya di tumbangkan.

Ada banyak gerakan Islam saat ini, yang membawa nilai-nilai Islam dan terus berjuang untuk mewujudkannya, jauh dan kurang menampilkan” cover” itu secara terang2an.

Nah, bisa jadi pembubaran HT adalah “water test” Pemerintah thogut saat ini, atau sikap radikal mereka yang tidak mau repot: habisin, bubarin satu demi satu sehingga yang tersisa hanya islam nusantara tradisionalis yang pro pemerintah.

Wallahu a’lam

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY