Mahasiswa Aceh Kecam Kontestan Putri Indonesia yang Mengatasnamakan Aceh

Mahasiswa Aceh Kecam Kontestan Putri Indonesia yang Mengatasnamakan Aceh

230
0
BERBAGI

 

RB, Banda Aceh-Dilansir oleh situs Aceh Online pada 24/02, sekelompok mahasiswa yang bergabung kedalam Gerakan Pemuda Penyelamat Marwah Aceh mengecam peserta kontes Putri Indonesia, Flavia Celly, yang mengaku sebagai perwakilan dari Provinsi Aceh. Kecaman ini disampaika melalui aksi unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, pada siang hari. Demonstrasi ini diikuti puluhan mahasiswa.

Beberapa polisi tampak berjaga dengan santai karena memang, dalam tradisi aksi massa mahasiswa di Aceh dikenal tradisi santun. Dalam aksi ini, mereka menuliskan dalam karton slogan yang berbunyi “Miss Indonesia Pembodohan Budaya Aceh”, “Jaga Marwah Rakyat Aceh”, “Tolak Miss Indonesia”, dan seterusnya.

Heri Safrijal yang diwawancarai Aceh Online mengatakan, sayang sekali ada kontestan yang mengatasnamakan Aceh, sebab ia (Flavia) tidak pernah meminta izin kepada rakyat Aceh. Apalagi, menurutnya kontes ini tidak menghargai islam dan budaya Aceh. Ia dan peserta aksi megecam peserta yang mengaku dari aceh dan menolak kontes ini diadakan.

Nanggroe Aceh Darussalam sendiri adalah provinsi yang menerapkan syariat islam, dan menanamkan nilai-nilai budaya islam pada peraturan daerah, seperti larangan duduk membonceng menghadap depan di kendaraan roda dua, hukum cambuk bagi pezina, serta larangan mengenakan pakaian yang tidak sesuai syariat islam (AA).

RB, Banda Aceh-Dilansir oleh situs Aceh Online pada 24/02, sekelompok mahasiswa yang bergabung kedalam Gerakan Pemuda Penyelamat Marwah Aceh mengecam peserta kontes Putri Indonesia, Flavia Celly, yang mengaku sebagai perwakilan dari Provinsi Aceh. Kecaman ini disampaika melalui aksi unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, pada siang hari. Demonstrasi ini diikuti puluhan mahasiswa.

Beberapa polisi tampak berjaga dengan santai karena memang, dalam tradisi aksi massa mahasiswa di Aceh dikenal tradisi santun. Dalam aksi ini, mereka menuliskan dalam karton slogan yang berbunyi “Miss Indonesia Pembodohan Budaya Aceh”, “Jaga Marwah Rakyat Aceh”, “Tolak Miss Indonesia”, dan seterusnya.

Heri Safrijal yang diwawancarai Aceh Online mengatakan, sayang sekali ada kontestan yang mengatasnamakan Aceh, sebab ia (Flavia) tidak pernah meminta izin kepada rakyat Aceh. Apalagi, menurutnya kontes ini tidak menghargai islam dan budaya Aceh. Ia dan peserta aksi megecam peserta yang mengaku dari aceh dan menolak kontes ini diadakan.

Nanggroe Aceh Darussalam sendiri adalah provinsi yang menerapkan syariat islam, dan menanamkan nilai-nilai budaya islam pada peraturan daerah, seperti larangan duduk membonceng menghadap depan di kendaraan roda dua, hukum cambuk bagi pezina, serta larangan mengenakan pakaian yang tidak sesuai syariat islam (AA).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY