Laksanakan Hukuman Mati, Indonesia Disorot Dunia

Laksanakan Hukuman Mati, Indonesia Disorot Dunia

249
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Eksekusi mati terhadap 14 terpidana, pada 28/07, termasuk Freddy Budiman dan beberapa terpidana mati asal mancanegara mendapat sorotan dunia internasional. Tanggapan segera datang dari Amnesty International dan juga Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon, yang menegaskan bahwa ini adalah sebuah preseden buruk bagi penegakan HAM.

Di tempat lain, Australia melalui Menteri Luar Negeri Julie Bishop juga menyatakan keprihatinan, begitu pula dengan Pakistan dan negara-negara lain. Secara kolektif, Uni Eropa juga menyuarakan hal yang sama.

Akan tetapi, hukuman mati tetap dilaksanakan Indonesia. Nama-nama orang yang dieksekusi tersebut, adalah
1. Humphrey Jefferson (warga negara Nigeria)

2. Michael Titus (Nigeria)

3. Ozias Sibanda (Nigeria)

4. Eugene Ape (Nigeria)

5. Obina Nwajagu (Nigeria)

6. Okonkwo Nonso Kingsley (Nigeria)

7. Freddy Budiman (Indonesia)

8. Merri Utami (Indonesia)

9-10. Agus Hadi dan Pujo Lestari (Indonesia)

11. Gurdip Singh (India)

12. Zulfiqar Ali (Pakistan)

13. Seck Osmane (Senegal)

14. Frederick Luttar (Nigeria)

Bagi Amnesty International hal ini merupakan sebuah pelanggaran HAM berat. Dalam situs resminya, berita ditulis dengan judul “Indonesia: Jokowi should not become the most prolific executioner in recent history”, pada 28/07.

Yang jelas, anggapan-anggapan semacam ini seringkali terlihat kurang tepat, karena standar ganda yang digunakan. Ketika Indonesia menangkap terduga teroris tanpa peradilan atau surat seperti menimpa Siyono beberapa waktu lalu, masyarakat internasional tidak bereaksi apa-apa.

Di sisi lain ini merupakan wujud perang nyata Indonesia kepada peredarann narkoba dunia, karena sebagian besar terpidana mati di atas adalah penyelundup narkoba dari negara lain. (AA)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY