Kota-Kota Sastra di Indonesia

Kota-Kota Sastra di Indonesia

90
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Di Indonesia, masyarakat akrab dengan sastra. Akan tetapi terlepas dari kualitas karya yang belakangan ini menurun, ada beberapa kota di Indonesia yang layak disebut sebagai kota sastra.

Pertama, adalah tempat kelahiran Abdoel Moeis, Buya Hamka, Chairil Anwar, dan bahkan Taufik Ismail. Bukit Tinggi. Bagaimanapun, sepertinya Allah memberkati orang-orang kota ini untuk menulis lebih indah daripada penduduk kota lainnya.

Meskipun sebagian besar sastrawan dari sana tidak menulis karyanya di Bukit Tinggi, tetapi keterpengaruhan bahasa, lingkungan masa kecil, dan juga nuansa keilmuan yang ada tak bisa dihindari.

Sastrawan asal kota ini bahkan masing-masing menjadi orang nomor satu pada masanya. Baik itu Abdoel Moeis yang menjadi pahlawan nasional, Buya Hamka yang menjadi ulama besar, maupun Taufik Ismail yang begitu melegenda.

Hanya kemudian, bersamaan dengan zaman, dan juga akses yang tak lagi diperhatikan, kutub sastra mulai bergeser. Sastrawan asal kota ini tergeser dengan daerah-daerah lain.

Kota kedua, adalah Yogyakarta. Tempat di mana Emha Ainun Najib, dan bahkan tempat PSK Malioboro atau dikenal dengan Orang-Orang Malioboro berkembang dengan asuhan Umbu Landu Paranggi ini, menyimpan aura sastra yang demikian agung.

Sejak dulu, para raja Jogja gemar menulis sastra sebagai piwulang bagi rakyatnya. Di sisi lain, bahasa Jawa terhalus ada di sini.

Hingga kemudian UGM kini mengambil kutub itu, melalui berbagai kegiatan dan juga para sastrawan yang malahan gemar mencari rumah di Jogja, semisal Joko Pinurbo atau Saut Situmorang.

Udaranya, masyarakatnya, kesederhanaanya, adalah cuaca terbaik, untuk menulis puisi.

Setujukah kamu? (AA)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY