“Kita Munafik, Pikiran dan ilmu kita di Barat, Tetapi Hati Kita Di...

“Kita Munafik, Pikiran dan ilmu kita di Barat, Tetapi Hati Kita Di Al-Qur’an”

234
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Prof. Dr. Nazaruddin Umar, berkaitan dengan salah satu kesempatan di Universitas Negeri Jakarta juga menyampaikan bahwa penting untuk mengembalikan trah keilmuan kita kepada Al-Qur’an. “Kita ini munafik, pikiran kita terlalu kebarat-baratan, tetapi hati kita tetap di Al-Qur’an.”

Dia juga menjelaskan seputar ilmu laduni. “Ilmu ini adalah ilmu karunia dari Allah. Ilmu antar ruh-ruh. Misalnya, Ibnu Rusyd, Al-Ghazali, dan berbagai nama para wali. Ini dibukukan khusus oleh seorang ulama, kitab karamah para wali,” katanya.

“Al-Ghazali, biasa menulis kitab di atas menara Masjid Damaskus. Dia ini pengarang kitab Ihya’ Ulumuddin. Ketika dibaca muridnya, murid itupun bertanya, kenapa ada hadits-hadits yang tak ada dalam kitab hadits manapun?”

Prof. Nazaruddin melanjutkan, “Muridku, aku mendapatkan hadits ini langsung dari Rasulullah. Setiap aku selesai menulisnya, aku bertanya pada Rasulullah langsung dan ia mengangguk.”

Ia menjelaskan bahwa ilmu laduni ini adalah taraf spiritual yang tinggi ketika bahkan seorang manusia belajar dari apa saja, termasuk alam. Berbeda dengan kultur keilmuan barat yang memisahkan hal semacam ini dari tradisi keilmuan di kampus. (AA)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY