Kisruh Skorsing, Mahasiswa Untan Tuntut WR 3 Mundur

Kisruh Skorsing, Mahasiswa Untan Tuntut WR 3 Mundur

382
0
BERBAGI

RB, Pontianak-Senin, 26 September 2016, Birokrat telah menskors 3 orang Mahasiswa Untan selama 2 semester oleh Dekan dengan semena-mena. Disaat yang bersamaan juga telah dilantik pengurus BEM DPM Untan yang baru oleh Birokrat Untan. Hal ini sebagaimana dikutip dari rilis mahasiswa berjudul “Innalillahi wa innailaihiraajiun, Untan Berduka” yang beredar awal pekan ini.

Mahasiswa yang di skors merupakan mahasiswa yang penuh prestasi baik akademik maupun non akademik. Namanya Muhammad Hafiz Waliyudin. Penggagas Aplikasi Angkut’s ini sudah dikenal hingga tingkat nasional. Bahkan juara 3 di bidang sosial teknologi di seluruh Indonesia. Berawal dari laporan oknum dosen Fakultas Teknik Untan yang tidak terima anaknya dipukul pada saat PMB (penerimaan mahasiswa baru) Fakultas Teknik Untan. Dekan Fakultas Teknik Bp.Rustamadji memberi Skors kepada Hafiz sebagai Ketua BEM FT Untan bersama 2 teman lainnya yaitu ketua PMB FT dan PM PMB FT selama 2 semester. Langkah ini terlalu terburu-buru, semena-mena dan dianggap “otoriter” karena tidak ada pemberitahuan, Bahkan untuk diselesaikan dengan cara musyawarah pun tidak ada.

Di hari yang bersamaan, Birokrat Untan yang terdiri dari Rektor dan WR III melantik Pengurus BEM DPM Untan periode 2016-2017. Mereka dianggap menang setelah mengeroyok dan memukuli Presiden Mahasiswa Untan pada 20 Juli lalu pkl.23.00 di Gedung POBU Untan. Pihak yang baru saja dilantik itu (Kamarullah-Abdul A
zis) mengklaim bahwa mereka memenangkan pemirama Untan. Padahal, Pada saat kejadian Pemirama Juli lalu, seluruh panitia KPRM belum memutuskan apapun. Setelah mendapat desakan, Masa kamarullah-abdul azis pada malam 20 Juli 2016 mengancam bahwa jika KPRM menetapkan 2 pasang calon, mereka akan mengeroyok KPRM saat itu juga.

Keputusan pun diambil oleh 5 orang dari total 18 orang KPRM, yang secara hukum dalam Ketetapan KPRM nomor 11 point kode Etik menyebutkan bahwa KPRM dapat mengambil keputusan jika 50%+1. Artinya harus 10 orang baru dianggap sah bukan 5 orang. forum pun semakin tidak kondusif dan bubar setelah massa melakukan pengeroyokan dan pemukulan terhadap Presiden Mahasiswa Untan 2015-2016 yaitu Prima Yuliantoro yang sedang berusaha menenangkan forum itu.

Dalam rilis itu ada 2 tuntutan utama, yaitu menuntut Rektor Untan untuk segera memberhentikan DEKAN Fakultas Teknik Untan Rustamadji, memberhentikan Wakil Rektor 3 Untan Kamarullah. Mereka beralasan, birokrat dianggap otoriter dan tidak bisa mengurusi mahasiswanya.

Sampai berita ini dibuat belum ada tanggapan dari pihak rektorat Untan. (HS)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY