Ketika Sang Nabi Mengusir Orang Munafik dari Masjid

Ketika Sang Nabi Mengusir Orang Munafik dari Masjid

20
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Hari ini, umat dibuat gerah dengan orang-orang munafik yang meresahkan karena terus menerus menghina ulama tetapi mengaku menjalankan agama islam. Bahkan, mereka mengaku sebagai ahli agama islam juga.

Mengenai ini, Ibnu Hisyam dalam kitab sirahnya mencatat peristiwa, ketika di Madinah, Rasulullah melarang orang munafik mendekati masjid.

Ibnu Ishaq berkata: Suatu hari beberapa orang munafik berada di masjid Nabi. Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam melihat mereka sedang berbincang di antara mereka dengan suara lirih sambil mendekat pada yang lain.

Lalu Rasulullah menyuruh sahabatnya untuk menggusir mereka dengan tegas dari masjid.

Abu Ayyub Khalid bin Zaid bin Kutaib beranjak berdiri dari tempat dimana dia duduk lalu berjalan ke tempat Amr bin Qais saudara Bani Ghanm bin Malik bin An-Najjar. Amr bin Qais adalah pemilik patungpatung sesembahan mereka di zaman jahiliyah.

Lalu ia memegang kuat kaki Amr bin Qais dan menariknya hingga ia keluar dari masjid. Amr bin Qais berkata kepada Abu Ayyub: “Wahai Abu Ayyub, pantaskan engkau mengusir diriku dari tempat pengeringan kurma ( masjid Nabi) Bani Tsa’labah?”

Lalu Abu Ayyub bergerak menuju tempat Rafi’ bin Wadi’ah, salah seorang Bani An-Najjar. Ia pegang kuat leher baju Rafi’ bin Wadi’ah lalu menariknya dengan kencang. Ia tampar wajahnya, mengusirnya dari masjid seraya berkata:

“Celakalah engkau wahai orang munafik yang menjijikkan. Wahai munafik kotor, keluarlah dari masjid Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam.”

Imarah bin Hazm bangki ke tempat Zaid bin Amr. Zaid adaiah seorang lelaki berjenggot panjang. Ia pegang jenggotnya, dan menariknya dengan kencang sampai ia dipaksa keluar masjid.

Kemudian Imarah bin Hazm mengepalkan kedua tangannya dan memukul wajah Zaid bin Amr sehingga membuat Zaid bin Amr tersungkur jatuh.

Zaid bin Amr berkata: “Wahai Imarah, engkau telah mencideraiku!” Imarah bin Hazm berkata: “Wahai munafik kotor, mudah-mudahan Allah mencelakakanmu. Apa yang Allah persiapkan bagimu nanti jauh lebih mengerikan daripada tamparanku. Janganlah sekali-kali engkau mendekati masjid Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam!”

Ibnu Ishaq berkata: Abu Muhammad yang berasal dari Bani An-Najjar -pemilik nama lengkap Mas’ud bin Aus bin Zaid bin Ashram bin Zaid bin Tsa’labah bin Ghanm bin Malik bin An-Najjar- beranjak ke tempat dimana Qais bin Amr bin Sahl berada.

Ia seorang pemuda satu-satunya di tengah orang-orang munafik saat itu, lalu ia mendorong tengkuk kepalanyanya sampai ia keluar dari masjid Nabi.

Seseorang dari Khadirah-bin Al-Khazraj yang bernama Abdullah bin Al-Harits orang yang berasal dari
kabilah yang sama dengan Sa’id Al-Khudri berjalan ke tempat Al-Harits bin Amr yang memiliki rambut sangat tebal, kemudian ia menarik rambutnya serta menyeretnya dengan kuat sampai dia tertarik keluar dari masjid.

Si munafik kotor Al-Harits bin Amr berkata kepada Abdullah bin Al-Harits: “Wahai anak Al-Harits, engkau telah berlaku di luar batas pada diriku.”

Abdullah bin Al-Harits menjawab: “Engkau sangat pantas menerimanya, wahai musuh Allah, karena Allah telah menurunkan firman-Nya tentang dirimu. Maka janganlah engaku pernah lagi mendekati masjid Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam karena sesungguhnya dirimu itu najis!”

Seseorang dari Bani Amr bin Auf bangkit ke tempat saudaranya yang bernama Zuwai bin Al-Harits lalu
mengusirnya keluar dari masjid. Zuwai bin Al-Harits tidak menerima perlakuan seperti itu dari saudaranya.

Maka ia berkata: “Setan telah menguasai dirimu dan kau berada dalam cengkeraman perintahnya”

Si munafik-munafik inilah yang berada di masjid dimana Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan agar mereka diusir dari masjid. (AAR)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY