Jakarta Di Bawah Ahok: Darurat Kekerasan Terhadap Anak!

Jakarta Di Bawah Ahok: Darurat Kekerasan Terhadap Anak!

292
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Di balik gemerlapnya pembangunan fisik di Jakarta yang seringkali diwarnai penggusuran, ternyata DKI Jakarta adalah kota yang digelari Kota Darurat Kekerasan Terhadap Anak oleh KPAI.

Ini tertuang dalam rilis akhir tahun KPAI, pada 2015 yang diluncurkan pada 30 Desember 2015 lalu. Rilis ini sendiri dipublikasi di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat.

Di bandingkan kota lain, memang Jakarta menunjukkan angka kekerasan pada anak yang tinggi. Data Komnas PA pada 2015 itu menunjukkan, sebanyak 649 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di DKI Jakarta dengan rincian, kekerasan seksual sejumlah 193 kasus, tawuran antarpelajar 105 kasus, kekerasan di sekolah 159 kasus, kejahatan online di dunia maya 123 kasus, sedangkan kejahatan pidana anak  mencapai 120 kasus.

Ketua KPAI,  Asrorun Niam Sholeh menjelaskan bahwa sebab logis Jakarta  sebagai kota darurat kekerasan terhadap anak, karena Jakarta adalah pusat ekonomi, organisasi dan industri, menyangkut statusnya sebagai ibukota.

“Selain itu Jakarta juga sebagai pusat keberadaan orang dengan berbagai latar belakang sosial yang berbeda. Ada yang kaya dan ada yang miskin. Sehingga rawan terjadi stress di kalangan warga, lalu melampiaskannya kepada anak di sekitarnya,” ujar Asrorun di markas KPAI.

Menurut Asrorun pula, selain ketiga indikator tersebut, ada juga beberapa faktor lain seperti demografi yang mengakibatkan terjadinya kepadatan penduduk yang tidak seimbang hingga menyebabkan masih sulitnya akses pendidikan. Perlu diketahui, Jakarta merupakan kota terpadat di Indonesia. Dengan kata lain, banyak terdapat kaum marginal.

“Kami meminta agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lebih meningkatkan prasarana dari aspek budaya seperti memperbanyak taman, khusususnya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) .  Kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya harus lebih kuat dari segi kemanan dengan mengoptimalkan peran Satuan Tugas Perlindungan Anak dan Rumah Tempat Aman Anak,” katanya pada waktu itu. (AA)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY