Jakarta Darurat Kekerasan Anak, Apa Sebabnya?

Jakarta Darurat Kekerasan Anak, Apa Sebabnya?

259
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Jakarta Darurat Kekerasan Terhadap Anak. Pernyataan ini dikeluarkan oleh KPAI pada 30 Desember 2015, ketika merilis data temuannya. Salah satu penyebab kekerasan pada anak meninggi, menurut Ketua KPAI,  Asrorun Niam Soleh, adalah tekanan stress akibat perekonomian.  Persoalan tekanan yang dikatakan tadi diakibatkan oleh kesenjangan kaya dan miskin. Akhirnya, perasaan determin inilah yang menjadi pemicu kekerasan.

Menyusul ditetapkannya Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok sebagai kota darurat kekerasan terhadap anak ini, survei Populi Center menguatkan perkiraan penyebabnya.

Pada rilis 22/02 lalu, dikatakan bahwa kinerja   pemprov    DKI    di    bidang    penanganan    kemacetan    dan   pengendalian    harga bahan    pokok    paling    tinggi   ketidakpuasannya.   Kemacetan    mencatat    ketidakpuasan    masyarakat    sebesar   72.2%    sementara pengendalian    harga    bahan   pokok    sebesar    71.4%.    Untuk persoalan    DKI    Jakarta    yang    perlu    diselesaikan   diantaranya    adalah harga    bahan    pokok    yang    tinggi      (24.5%),    kemacetan    (18.2%)    dan    ancaman    banjir    (9%).

Data di atas menggambarkan betapa permasalahan ekonomi menjadi permasalahan utama yang menyebabkan masyarakat tidak puas, sehingga, bisa jadi memicu kekerasan terhadap anak ini.

Mirisnya lagi, penetapan Jakarta sebagai Kota Darurat Kekerasan Anak ini tertutup dengan petahana yang berstatemen dengan kabel penyumbat irigasi dan pemberitaan media nasional yang terfokus ke sana. Di sisi lain, kesibukan jelang Pilgub membuat hal ini seolah angin lalu. 2015 adalah tahun saat Ahok menggantikan Joko Widodo secara resmi sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Apalagi, saat Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, pada 23/12 tahun lalu meninjau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak dan memberi masukan bahwa RPTRA ini hanya mempermudah predator anak, Ahok justru memberi sikap menantang dan kurang bijak.

“Kalau Komas PA mengatakan ini tidak baik, ya kayak gimana kasih tau saya!” Seru Ahok kala meresmikan sebuah RPTRA pada 23/12/2015 di Cakung, Jakarta Utara, menanggapi komentar Arist.  (AA)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY