Ini Tips Aman Berkendara dari Bikers

Ini Tips Aman Berkendara dari Bikers

300
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Belakangan ini, meningkatnya volume kendaraan bermotor di Jabodetabek tentu saja berpengaruh pada tingkat kecelakaan yang terjadi. Apa saja langkah-langkah untuk menghindari insiden yang seringkali memakan korban jiwa itu? Simak hasil wawancara ini.

Tim Ruangbicara berhasil mewawancarai Azzam, salah satu anggota klub pengendara (Biker), yang berdomisili di Bogor, Jawa Barat.

Pemuda tampan berusia 22 tahun ini mengikuti klub biker Pulsarian SQUADRON, KOMBO Jakarta Raya, dan ODOJ Bikers Community (OBiC).

Menurutnya, daerah jalan raya epanjang Jalan Raya Fly Over dari Titik UNJ, Rawamangun – Cisarua adalah titik rawan kecelakaan. Laka Lantas bisa saja terjadi baik tunggal maupun ganda, bahaya yang dominan adalah di internal pengendara itu sendiri, apakah dia dalam keadaan fit atau tidak. kalau mengantuk, itu bahaya, “Apalagi  saya juga sering jatuh karena ngantuk,” akunya disambung tawa renyah.

Pastikan tubuh  dalam keadaan fit dan segar . Lalu untuk kejahatan begal, dia mengatakan sudah menurun karena sepanjang jalan tersebut sudah banyak patroli, apalagi dari Polresta Depok ada Tim Jaguar yang siaga. “Asal kitanya dalam keadaat fit dan mampu mengendarai motor dengan aman insya Allah tak akan terjadi apapun,” katanya.

Untuk rute yang agak bahaya adalah ketika hari libur, daerah Kramat Jati itu pasti akan macet. Ia menyarankan dijaga saja keseimbangan dan kehandalan dalam mengendarai motor.

Lalu di daerah Ciawi, nanti akan bertemu banyak mobil besar, “Optimus Prime,” katanya berkelakar.

Sudah banyak laka lantas akibat motor melabrak kontainer yang mengakibatkan korban nyawa. Seringlah beri tanda klakson atau lampu flash saja agar supir-supir tahu kalau ada motor melintas, “itu juga fungsinya lampu motor dihidupkan ketika siang hari agar kita lebih terlihat lewat kaca spion mobil.”

Untuk mahasiswa-mahasiswi yang sering berkendara malam, ia menandaskan, patuhi rambu lalu lintas. Yang paling sering dilanggar adalah menerobos lampu merah, atau berhenti melewati garis putih. Hargai hak pejalan kaki.

Kedua, memakai peralatan safety “Jangan pernah pergi jauh (touring) memakai sendal. selalu usahakan sepatu. sarung tangan, jaket, kalau punya dekker ya dipakai, dan pastikan Helm nya SNI / DOT. karena harga Helm sebanding dengan harga kepalamu, Safety Gear itu apa bisa dicari di internet.”

Berlatih Safety Riding juga penting. Gunanya adalah kita mampu mengendarai motor dengan aman dan melakukan manuver-manuver dengan aman juga. Serta, belajarlah halang rintang dengan menggunakan motor agar kita siap sedia dengan semua kondisi jalan.

Dia juga menekankan, pastikan semua hal yang berkaitan dengan motor terpenuhi. “Periksa kelengkapan surat surat agar aman secara administratif, lalu kalau bikers itu ada pemeriksaan T-CLOCK sebelum berangkat
yaitu Tires, Control, Light and Accessories, Oil and Fluid, Chassis and Chain, dan Kick Stand,”

Pastikan pula, tubuh dalam kondisi fit  “Saya selalu membiasakan pemanasan sebelum jalan. Dan setiap dua jam sekali selalu berhenti untuk pemanasan lagi. kadang diselingi kopi lebih ampuh,” katanya sambil tersenyum.

“Jangan sampai ngantuk-ngantuk karena begal itu mengincar mangsa yang sudah tidak fokus terhadap motor dan jalan. intinya jangan sampai lengah,” tambahnya.

Demikian hasil wawancara tim Ruangbicara. Taati rambu lalu-lintas, sahabat! (AA)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY