Ini 5 Versi Cerita Asal Nama “Betawi”, Kamu Percaya yang Mana?

Ini 5 Versi Cerita Asal Nama “Betawi”, Kamu Percaya yang Mana?

250
1
BERBAGI

RB, Jakarta-Tahukah kamu, banyak versi asal usul nama Betawi?

Pertama, kata “Betawi”berasal Batavia yang dipertanyakan kebenarannya karena vocal ia dalam logat Betawi tetap diucapkan ia, misal rupia, mulia, rumbia tidak menjadi rupi, muli atau rumba. Begitu pula tidak terjadi perubahan konsonan huruf p,v, dan f menjadi w, kecuali b yang dapat berubah menjadi w seperti bates menjadi wates. Tidak mungkin Batavia menjadi Betawi.

Kalimat bahasa Arab pun Batavia tertulis ba ta fa alif ya sedangkan Betawi tertulis ba ta alif waw ya (Saidi, 2010: 60-61).

Diucapkan berulang-ulang pun kata Batavia tidak menjadi Betawi. Karena yang menyebutkan bahwa nama Betawi cuma berasal dari plesetan saja. Kata Betawi = Batavia yang susah di ucapkan oleh penduduk lokal saat itu. Kata Batavia berasal dari nama yang diberikan oleh Jan Pieterzoon Coen untuk mengenang suku bangsa Germania yang disebut oleh C.J Caesar dalam bukunya Bellum Gallicum (50 SM) – yaitu Batavir yang menghuni menghuni di daerah sekitar mulut sungai Rhein, yang dianggap leluhur orang Belanda.

Nama Batavia baru disahkan pada tahun 1620, perihal yang tidak disukai Coen karena ia ingin menamakan kota ini Nieuw Hoorn (Hoorn Baru), sesuai nama kota kelahirannya di Belanda. Namun penguasa yang lebih tinggi di Belanda menamakan tempat itu Batavia (anonim).

Versi kedua menyebutkan bahwa kata Betawi berasal dari kata “Bau tai” juga sangat tidak rasional dan ilmiah. Hal itu muncul secara tiba-tiba ketika para penjajah Belanda melewati kota Batavia dan tercium aroma kotoran atau ketika para pejuang melempar kotoran kearah pasukan penjajah. Kemudian berteriak “mambet tahi !!!”(Bau Tai) dari teriakan itu lah kemudian lahir nama Betawi.

Kisah ini menjadi terkenal dan terdapat dalam dongeng-dongeng tradisional jawa seperti Babad Tanah Jawi dan kitab Serat Baron Sakender disebutkan bahwa Kota Batavia yang dapat dibagi menjadi dua kata yakni kata yahi dan intan.

Versi ketiga kemungkinan ada tiga kata asal nama Betawi.

Pertama berasal dari Pitawi, bahasa Melayu Polynesia Purba yang berarti larangan. Perkataan ini mengacu pada komplek pembangunan yang sangat dihormati di Batu Jaya (Pakis, Jaya, Karawangan).

Kedua, Betawi berasal dari bahasa Melayu Brunei Betawi yang diartikan giwang. Ekskavasi di Babelan Bekasi banyak ditemukan giwang dari abad 11 M.

Ketiga, Betawi berasal dari Flora guling Betawi cassiaglauca, family papillonnaceae. Ini jenis tanaman perduyang kayunya bulat, dan guling. Kayunya mudah diraut dan kokoh sehingga banyak digunakan untuk gagang keris dan pisau.

Kemungkinan yang ke-empat lah kata Betawi ini berasal dari jenis tanaman yang disebut guling Betawi yang banyak tumbuh di Nusa Kelapa (Sunda Kelapa/ Batavia) tanaman ini juga tumbuh di Pulau Jawa dan Kalimantan yang di Kapuas Hulu Kalimantan Barat, tanaman ini di sebut bekawi, sebagaimana diyakini sejarawan Ridwan Saidi.

Ada perbedaan pengucapan kata “Betawi” dan “Bekawi” pada penggunaan kosakata “k” dan “t” antara Kapuas Hulu dan Betawi Melayu, pergeseran huruf tersebut biasa terjadi dalam bahasa Melayu.

Kendati tiga kemungkinan yang digulirkan Ridwan Saidi tersebut masih perlu diteliti lagi lebih dalam akan tetapi kata Betawi pertama kali muncul dalam Babad Tanah Jawa kemudian pada dokumen tertulis dalam testamen Nyai Inqua, janda Souw Beng Kong.

Betawi termasuk delapan besar suku-suku bangsa Hindia Belanda. Batavia dalam naskah Eropa adalah orang-orang Belanda yang berdiam di kota Inten.

Kemungkinan nama Betawi yang berasal dari jenis tanaman pepohonan ada kemungkinan benar.

Menurut Sejarahwan Ridwan Saidi, beberapa nama jenis flora selama ini memang digunakan pada pemberian nama tempat atau daerah yang ada di Jakarta, seperti Gambir, Krekot, Bintaro, Grogol, dan banyak lagi. Seperti Kecamatan Makasar, nama ini tak ada hubungannya dengan orang Makassar, melainkan diambil dari jenis rerumputan.

(Ahlazzikriyah, 2016. Topeng Blantek Di Kampung Betawi. Jakarta: Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah).

Kemudian juga penggunaan kata Betawi sebagai sebuah suku yang pada masa hindia belanda, diawali dengan pendirian sebuah organisasi yang bernama Pemoeda Kaoem Betawi yang lahir pada tahun 1923. Demikian disarikan dari berbagai sumber. (AA)

1 KOMENTAR

  1. Komentar: betawi ialah kosa kata melayu sambas ( kalimantan barat ) yang bermakna giwang, pada abad 10 terjadi migrasi masyarakat melayu sambas ke kalapa ( jakarta dan sekitarnya ) yang sengaja di datangkan oleh kerajaan sriwijaya.

LEAVE A REPLY