Ilustrasi Media Melecehkan Tauhid, KAMMI Berang

Ilustrasi Media Melecehkan Tauhid, KAMMI Berang

79
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Terkait pelecehan Lambang Tauhid di Harian Radar Sukabumi, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia berang. Melalui sebuah rilis yang diunggah di laman resmi Kammikaltim.com, mereka menuntut kepada pihak yang bersangkutan untuk meminta maaf.

Berikut ini, rilis mereka.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dinamika perjalanan berbangsa dan bernegara telah tuntas dirumuskan untuk mengelolanya berupa Pancasila sebagai landasan idiil dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional. Formulasi ini dirasa sangat representatif dan relevan dengan kondisi kebhinnekaan Indonesia yang majemuk dan heterogen.
Indonesia adalah Negara yang berlandaskan dengan falsafah Ketuhanan, hal tersebut dapat dilihat dalam Pancasila sebagai dasar Negara yang menempatkan “Ketuhanan Yang Maha Esa” pada sila pertama. Begitu pula jelas termaktub dalam Pasal 29 ayat (1) UUD 1945 menyatakan, “ Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dengan demikian maka segala sesuatu yang kita lakukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai warga negara tidak boleh menyimpang dari & konteks Ketuhanan.

Sila pertama pada Pancasila kemudian dimaknai secara mendalam sebagai perwujudan iman warga negara yang di aplikasikan dalam koridor agama yang dianut. Indonesia mengakui 6 agama yang ada yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Negara menjamin kemerdekaan bagi warga Negara untuk menganut salah satu agama tersebut sesuai dengan Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan, “Negara menjamin tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Sehingga sudah sepantasnya masyarakat dan pemerintah bersatu padu dalam merawat kebhinnekaan dalam bingkai Ketuhanan.

Persidangan kasus penistaan agama yang sedang bergulir telah, sedang dan akan terus dikawal hingga keadilan benar-benar ditegakkan sesuai aturan yang berlaku. Baru-baru ini pemerintah kembali mengambil langkah tegas dengan membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Aktivitas organisasi HTI yang konsisten lantang menyuarakan propaganda khilafah melalui rangkaian demonstrasi dan seminar-seminar sebagai gagasan solusi perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dinilai tidak sesuai Pancasila dan membahayakan keutuhan NKRI dengan berbagai pertimbangan.

    Kasus ini kembali memicu pemberitaan yang masuk laman utama dari beberapa media massa. Puncaknya, Selasa, 9 Mei 2017 Radar Sukabumi memberitakan pembubaran HTI dengan ilustrasi yang kembali menyinggung dan melukai perasaan umat Islam.
Tampak logo bendera Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam sedang digenggam dibawah kaki burung Garuda yang sedang terbang. Sebagaimana yang tercantum dalam hadist yang berbunyi “Rayahnya (panji peperangan) Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam berwarna hitam, sedangkan benderanya (liwa-nya) berwarna putih. (HR. Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah)”.

Hadist tersebut menggambarkan bahwa bendera Rasulullah adalah simbol Islam yang bertuliskan dua kalimat syahadat. Sementara ilustrasi peletakkan bendera tersebut di kaki hewan serta tampak noda merah adalah bentuk yang terlalu berlebihan dalam memberikan informasi dan cenderung memberi kesan merendahkan simbol Islam dan lebih memicu keresahan bagi masyarakat.

Di sisi yang lain, Burung Garuda adalah simbol negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan merepresentasikan dasar-dasar negara. Ilustrasi tersebut mengesankan bahwa Indonesia merendahkan salah satu agama yang diakui secara resmi oleh konstitusi. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata melecehkan bermakna memandang rendah (tidak berharga); menghinakan; mengabaikan; sesuatu.

Berdasarkan pemaparan di atas maka KAMMI Kaltim – Kaltara menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Mengecam Radar Sukabumi atas diterbitkannya ilustrasi yang kembali mengandung unsur pelecehan terhadap Agama Islam.

2. Menuntut pemberian sanksi tegas kepada Radar Sukabumi atas penerbitan ilustrasi yang kontroversial sesuai prosedur aturan yang berlaku.

3. Menuntut Radar Sukabumi untuk menerbitkan permohonan maaf secara tertulis kepada masyarakat Indonesia terkhusus kepada Umat Islam.

4. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi serta tetap konsisten merawat nilai-nilai kebhinnekaan di Indonesia.

Mari bergegas dalam membangun kejayaan Indonesia !
Hidup Mahasiswa !

Salam,
Ketum PW KAMMI Kaltim-Kaltara
Muhammad Teguh Satria

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY