Hal-hal Ngangenin dari BEM, Pernah Merasakan?

Hal-hal Ngangenin dari BEM, Pernah Merasakan?

416
1
BERBAGI

RB, Jakarta-Kamu yang jadi pengurus BEM tentu pernah merasakan suka duka karena menjalankan suatu tugas. Nah, tim Ruangbicara merangkumnya buat kamu. Ya, kamu. Pernah merasakan salah satunya?

1. Dibully karena aksi unjuk rasa

Anak BEM itu, kalau demo salah karena bikin macet. Tapi kalau tidak demo, dibilang pengecut atau tidak peka. Ketika aksi, banyak media yang hadir tapi tak satupun beritanya muncul di koran. Orang-orang yang mencibir, tidak melakukan apa-apa dan kamu pulang dari aksi dengan begitu lelah, tapi puas!

2. Rapat untuk mengadakan rapat berikutnya agar rapat ketiga berjalan maksimal

Hehehe, yang ini menjadi program wajib BEM di Indonesia. Karakter orang melayu yang berputar-putar dan santai membuat rapat-rapat sering terlambat. Janji jam 3, habis maghrib baru mulai. Sampai rapat yang ketiga, baru ketahuan apa yang dibahas.

3. “Baper” karena ketua tidak peka.

Nah, ini sering dialami perempuan. Pernah bekerja keras dalam suatu kepanitiaan, lalu ketuamu hanya bilang “Oh..”? Rasanya, seperti ditusuk dengan sendok plastik di dada. Kadang-kadang, ini menghasilkan konflik ala kabinet pemerintahan Indonesia.

4. Pakai almamater sampai bau kompos

Kompos saja baunya tidak ketara. Tapi almamater anak BEM sejati, pasti beraroma semi-radioaktif. Jam terbang advokasi mereka membuat almamater semakin compang-camping, kancing hilang, dan tak jarang dipenuhi noda putih keringat kering. Bahkan, tertukar teman beda fakultas tapi tak sadar, karena baunya sama.

5. Tidur di sekretariat, bahkan tinggal di dalamnya

Percayalah! Kamu akan merindukan tiap jengkal lantai dan atap sekretariat kamu. Selama beberapa tahun, kamu tidur di sana beralas tikar, dan dengan ceceran sisa nasi atau snack di mana-mana, dan kadang tidur dengan pose-pose ala proletar. Kamu tidur tanpa kasur dan memandang langit-langit ruangan, lalu kuliah dengan wajah sembap kurang tidur. Kamu akan rindukan itu!

6. Jadi calon ketua atau tim sukses pemenangan ketua BEM

Di titik ini, kamu merasakan simulasi politik di negara kita. Tak jarang, sahabat jadi musuh, dan terbentuk partai-partai, bahkan sampai pasukan dunia maya yang khusus membully calon lawan. Apalagi, kalau lawan kamu ternyata satu fakultas, bahkan satu kelas!

7. Jadi “Wajib Lapor” fakultas

Kamu yang vokal, atau suka menulis, pasti pernah merasakan indahnya menjadi “tahanan kampus” yang wajib laporan kepada dekan atau wakil rektor secara berkala. Bahkan, dihadiahi surat peringatan, sampai didatangi orangtuanya. Itu adalah bumbu-bumbu perjuangan yang mengasyikkan. Seringkali, kita dipanggil dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal dan lucu.

8. Jatuh cinta dengan rekan satu kepengurusan, tapi bertepuk sebelah tangan. Ups!

Ini yang pasti diceritakan sampai kamu punya anak. Pasti pernah merasakan saling kode, dan merasa saling jatuh cinta. Tapi tidak tahunya, si dia sudah berproses dan menikah dengan orang lain. Duh!

9. Datang ke kondangan sahabat, dengan mata bengkak.

Kira-kira kenapa mata kamu bengkak, padahal yang menikah teman kamu sendiri? Di sinilah kadang-kadang solidaritas sesungguhnya diuji. Bagaimana saling menguatkan, jika kembang BEM menikah, dan pasca itu, BEM seperti kehilangan tenaga dan gairah, sebab sebagian besar pengurus kehilangan alasan datang ke sekretariat atau bayar kas….

10. Dapat Tinju Cinta pak Polisi

Siapa yang jadi pagar border ketika aksi? Minimal, di wajahmu pernah menempel perban atau bengkak beberapa hari. Pak Polisi tidak benar-benar meninju, dia hanya mengekspresikan cinta dengan cara yang salah. Tapi, pasti akan jadi bahan perbincangan dua minggu kedepan setelah aksi!

11. Bakti sosial dan community development tanpa seorangpun yang tahu, indahnya!

Kamu pasti pernah merasakan nikmatnya berjuang dan berbuat baik tanpa seorangpun yang tahu. Ketika beredar tulisan yang mempertanyakan kinerja BEM, kamu sedang mengajari anak jalanan tidak mencopet. Ketika sekelompok orang mencibir ketika kamu lewat, di tasmu ada uang bakti sosial dari kegiatan siang tadi di pertigaan jauh dari kampus. Kamu lalu merasa, begitu indah jalan perjuangan yang tanpa seorangpun tahu, hanya antara kamu dan Tuhan.

12. Lulus lama, dan pelan-pelan sahabat baik dalam kepengurusanmu hilang kontak, sedihnya.

Pernahkah kamu merasakan, mereka yang tadinya tidur dan makan bersama, saling bertukar baju, bahkan tanpa sengaja berpelukan ketika tidur… Setelah demisioner, ada yang segera lulus lalu bekerja di luar kota. Adapula yang berwirausaha atau menikah dengan orang yang asing dengan kegiatan BEM. Lalu kamu merasa, kampus semakin sepi, semua orang memanggilmu kakak atau abang, dan teman-temanmu pelan-pelan menjauh, lalu hilang kontak, padahal dulu dengan mereka kamu berbagi segalanya. Kalau sudah begini, baper!

13. Persiapan aksi dan teklap sampai subuh

Ini BEM garis keras dan tipe penghuni surga. Teklap diadakan mendadak, dan sampai subuh. Lalu, kamu “mengebom” kampus dengan spanduk berpilok dan pamplet. Paginya, kamu sudah berbaris di Jalan Merdeka atau Jalan Sudirman. Dalam teklap, kamu mengantuk tapi niat yang besar membuat kamu terus tidak tidur.

14. Ada yang hilang di hati, ketika memindahkan tongkat kepengurusan kepada adik kelas.

Ini yang paling bikin baper! Ketika kamu demisioner, dan menandatangani surat pemindahan jabatan, lalu almamatermu dipakaikan pengurus baru, tanpa sadar matamu berlinang, dan terkenang perjuangan setahun terakhir. Tak jarang, bendahara terkenang pengurus yang belum bayar kas. Tapi, perasaan terkuat tetap ada pada ketua, beban berat yang selama ini sudah biasa dipegang, dialihkan, dan di dada kamu pasti ada yang seperti lepas, dan tanpa sadar, kamu berurai airmata. (HG)

1 KOMENTAR

  1. 21aCaraca. Esse post é excelente e diz tudo. Parabéns. Você soube dizer exatamente o que acontece nessa nossa linda “e às vezes amarga &#eCB0;2logsf8ra.2onfesso que já fui meio bitolado com essas coisas de Parcerias, me dá uns trocados que falo de seu produto e tals. Mas ainda bem que percebi logo as coisas e depois de 4 anos blogando, já colho bons frutos e frutos que realmente valem a pena.Mais uma vez, parabéns pelo post.abraços

LEAVE A REPLY