Habib Luar Batang, Ulama Yang Berjuang Dari Penjara

Habib Luar Batang, Ulama Yang Berjuang Dari Penjara

481
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Rencana penggusuran kawasan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara dengan alasan RTH berpotensi menghilangkan nilai sejarah dan budaya yang ada. Di sana, ada jejak perjuangan ulama besar betawi, Habib Husein bin Abubakar Alaydrus.

Beliau adalah seorang keturunan Rasulullah yang memiliki banyak karomah. Menurut kabar yang masih diturunkan hingga kini, beliau tiba di Batavia kala itu pada 1736 M. Waktu itu, kapal beliau merapat pada wilayah terlarang. Akhirnya, beliau diselamatkan seorang penduduk setempat yang kemudian menjadi murid setianya, H Abdul Kadir.

Keturunan Rasulullah yang lahir di Hadramaut ini berdakwah selama lebih kurang duapuluh tahun di Batavia. Selama itu, ia banyak menentang perintah Kolonial, dan terutama memang dakwahnya mengundang banyak muslim, maka ia sering keluar masuk penjara. Namun anehnya, dengan karomah yang dimilikinya, ia tetap sanggup menembus keamanan penjara dan mengisi ceramah di masjid-masjid dan kampung-kampung di Batavia kala itu.

Karena hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan sipir penjara, maka ia diijinkan meninggalkan penjara kapanpun ia mau. Karena pada waktu itu Belanda masih trauma pada gempuran tentara muslim dari Mataram, maka Belanda juga cukup waspada terhadap Habib Husein.

Beliaulah yang membangun daerah Luar Batang, dengan kisah karomah yang dimilikinya. Ia seperti mampu melihat masa depan bahwa kelak daerah itu akan menjadi daerah aman. Sebab, daerah Luar Batang dulu adalah area pasang surut air yang saban waktu hilang. Nama Luar Batang, berarti di luar batas Batavia, ada batang-batang yang tegak, menandakan patok dan pembangunan lahan.

Nama Luar Batang juga berarti “Di luar keranda”, sebab ketika hendak dimakamkan setelah wafatnya pada 1756, jenazah beliau hilang dari “kurung batang”. Kejadian ini berlangsung di Yaman. Sementara, di saat yang sama, jenazah beliau ada di kamar rumahnya sendiri, di dekat Masjid Luar Batang, Batavia kala itu. Maka, orang menyebutnya “Habib Luar Batang”. (AA)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY