Emmanuel Macron : Angin Segar Untuk Prancis Kini

Emmanuel Macron : Angin Segar Untuk Prancis Kini

68
0
BERBAGI

RB, Jakarta – Dalam pernyataan resminya, terpilihnya Macron sebagai presiden menjadi tanda rekonsiliasi antara agama-agama Prancis.

“Ini adalah tanda harapan yang jelas bagi warga Muslim Prancis bahwa mereka dapat hidup harmonis dan menghargai nilai-nilai Prancis,” kata La Grande Mosquée de Paris dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Minggu, 7 Mei 2017.

Sementara itu, Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan bahwa kemenangan Emmanuel Macron menunjukkan sebagian besar pemilih ingin menggabungkan nilai-nilai Republik.

Macron yang membawa nada yang lebih optimistis lebih diterima daripada pesan Marine Le Pen yang mencerminkan sesuatu yang negatif, termasuk anti-imigran (xenophobia).

Dibanding Emmanuel Macron, Le Pen merupakan sosok yang dianggap menyebarkan ketakutan dari latar belakang ekstremis yang sama dengan ayahnya. Banyak yang khawatir Le Pen berpotensi mendestabilisasi dan memecah belah serta menghambat kemajuan Prancis.

Macron diprediksi bakal menjadi presiden ke-25 Prancis setelah mengalahkan calon presiden dari Partai Front Nasional Prancis Marine Le Pen. Dalam jejak pendapat Minggu malam, IFOP dan Kantar-Sofres merilis Macron mengamankan 65,5 persen suara dibandingkan 34,5 persen suara yang didapat Le Pen.

Secara terpisah, wakil pemimpin Front Nasional (FN), Florian Philippot, mengatakan bahwa partai tersebut akan mengubah namanya karena berusaha mengubah dirinya menjadi kekuatan politik baru.

“Front Nasional akan terus berkembang dan akan mengubah diri termasuk tidak akan lagi memiliki nama yang sama,” kata Philippot.

Di samping itu, Le Pen pun berjanji akan menjadi kekuatan oposisi terbesar dan mengumumkan bahwa dia akan memimpin Front Nasional ke dalam pemilihan umum legislatif pada Juni untuk melawan pemerintahan Emmanuel Macron. (MA)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY