Editorial Redaksi: Nasihat Buat Djan Faridz

Editorial Redaksi: Nasihat Buat Djan Faridz

267
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Pilgub Jakarta makin gempita dengan membelotnya PPP kubu Djan Faridz, yang kemudian menyatakan dukungan pada paslon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saeful Hidayat.

Keputusan ini kemudian di kuatkan lagi dengan pernyataan Djan Faridz, ketua umum PPP hasil Muktamar Jakarta.

“Ahok pro Islam.

“Beliau ini pro umat Islam, sayang kalau beliau enggak jadi (gubernur lagi),” kata Djan usai deklarasi dukungan Ahok-Djarot di Kantor DPP PPP, Senin, 17/10, sebagaimana dikutip Metro TV.

“program-program yang pro umat Islam. Wajib hukumnya saya mendukung beliau,” ungkap Djan.

Djan bahkan mengungkapkan beberapa program yang sudah-seolah-olah-pro umat Islam, misalnya keinginan Ahok untuk membangun masjid agung di lima wilayah Jakarta. Ia juga mengatakan, sebetulnya Ahok memiliki lahan 100 hektar di Bekasi yang dihibahkan untuk tempat tinggal yatim piatu, rumah panti jompo, dan rumah anak terlantar.

“Lengkap dengan apa yang mereka butuhkan, itu luar biasa, mulia. Kan beliau tidak pernah mau ngomong, riya dia bilang,” kata Djan kala itu.

Ia pun meyakini, Ahok akan lebih pro umat Islam setelah ia mendukungnya. “Saya percaya umat Islam akan dapat porsi jauh lebih besar setelah beliau saya dampingi,” ungkap Djan.

Bagaimana menurut Al-Qur’an?

Persoalan masjid, dikatakan dengan jelas dalam surat At-Taubah 17-18.

“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka itu kekal di dalam neraka….”

Hanya saja yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Jadi, hak itu, hak membangun masjid hanya ada pada umat muslim. Lalu bagaimana dengan aspek kepemimpinannya?

Al-Quran juga tegas bahwa, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang yang beriman!” Ini tercantum di dalam surat Al-Maidah, 57.

Bukankah asbab nuzul surat ini, mirip sekali dengan kondisi partai ini, PPP?

Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh dan Ibnu Hibban, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rifa’ah bin Zaid bin at-Tabut dan Suwaid bin al-Harits memperlihatkan keislaman, padahal sebenarnya mereka itu munafik. Salah seorang dari kaum Muslimin bersimpati kepada kedua orang itu. Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Maidah: 57) yang melarang kaum Muslimin mengangkat kaum munafik sebagai pemimpin mereka.

Ketika, Djan Faridz yang muslim, bersimpati pada calon non muslim, hanya karena seolah-olah memihak umat islam.

Selain bantahan Al-Qur’an di atas, seolah hal ini mengatakan bahwa pasangan calon lain tidak pro umat islam.

Kiranya, itulah nasihat-nasihat Al-Quran buat kita. Dan terutama, bagi PPP dan Djan Faridz.

Redaksi Ruangbicara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY