Dimana Sang Wong Cilik bernama JOKOWI

Dimana Sang Wong Cilik bernama JOKOWI

60
0
BERBAGI

Banda Aceh – Ada cerita lucu saat Presiden Joko Widodo memberi kesempatan kepada beberapa petani maju ke atas panggung. Satu orang sempat dihalang-halangi oleh Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) agar tidak maju. Alasannya, karena Presiden cuma memberi kesempatan untuk tiga orang saja.

Hal itu terjadi saat Jokowi memberikan sambutan sebelum membuka kegiatan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh, Aceh. Saat itu, Jokowi memang memberi kesempatan bagi bebarapa petani maju ke panggung untuk menceritakan pengalaman mereka.

Begitu diberi kesempatan bagi petani kakao, beberapa peserta Penas langung maju. Tapi Jokowi saat itu hanya meminta agar tiga saja yang naik ke panggung. Seorang petani bernama Andi Abdul Hafid asal Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan tetap bersikukuh ingin naik ke atas panggung.

Hafid tidak peduli meski Paspampres sudah menarik-nariknya agar tidak maju. Jokowi yang berada di atas panggung rupanya melihat tarik-menarik Paspampres dengan Hafid. Dia kemudian meminta Paspampres agar membolehkan saja Hafid maju.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Hafid segera berjalan ke atas panggung. Dia berdiri di samping tiga petani yang sudah dulu berada di atas panggung. Setelah yang lain mendapat kesempatan bicara, Jokowi meminta Hafid untuk mendekat.

Kepada petani tersebut, Jokowi tidak menanyakan soal pengalamannya menanam kakao. Tapi pertanyaan yang diajukan yaitu alasan ingin sekali maju ke depan bertemu dengannya.

“Kenapa mau maju ke depan padahal sudah dilarang Paspampres?” kata Jokowi sambil tersenyum.

Hafid menjawab tidak nyambung dengan pertanyaan. Jokowi mengulang pertanyaan serupa beberapa kali. Hafid kemudian memberikan jawaban yang membuat semua yang hadir tertawa. Alasan itu cukup keren.

“Saya maju ke sini karena sila ke-5 Pancasila, Pak. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jawab Hafid.

Mendengar jawaban tersebut Jokowi tertawa. Ia kemudian mempersilakan Hafid untuk mengambil sepeda dan tidak perlu lagi menjelaskan pengalamannya. Sebelum turun, Hafid mengajukan beberapa permintaan pada Jokowi.

“Pertama saya ingin foto berdua sama bapak (Jokowi), kedua bertiga sama Menteri Pertanian (Amran Sulaiman), dan ketiga foto berempat sama gubernur saya,” ucap petani tersebut.

“Yaudah sini foto,” jawab Jokowi.

Untuk permintaan kedua dan ketiga, Jokowi meminta agar Hafid foto sendiri-sendiri saja. Usai mendapat keinginanya, Hafid turun dan mengambil sepeda.

Ditemui usai acara, Hafid mengaku sengaja mengeluarkan jurus sila ke-5 Pancasila ini agar dapat bertemu dan berjabat tangan dengan Presiden. Ia mengaku sepeda yang didapatnya hari ini akan dibawa pulang untuk anaknya.

“Kalau saya tidak dikasih bertemu presiden, menurut saya itu tidak adil,” ungkap Hafid.
Berita yang ditulis detik.com terlalu bertolak belakang dengan sikap presiden RI ini kepada petani kendeng yang kemarin memohon untuk dihentikannya proses pendirian pabrik semen yang banyak merugikan petani. Karakter yang tidak sejalan malah menjelaskan bahwa apa yang dikatakan pak hafid petani aceh yang meminta maju ke depan benar-benar mereprentasikan presiden kita tidak dapat menjalankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
Bagaimana tidak sebuah desa yang menanti bantuannya malah melepas begitu saja tanggungjawabnya sebagai pelindung rakyat hingga aksi menyemen kaki petani cabai di wilayah Gunung Kendeng berujung korban meninggal dunia. Caranya mewakilkan pertemuannya dengan petani kendeng melalui teten masduki sungguh miris, karena janji Kajian Lingkungan Hasil Strategis (KLHS) yang dilakukan dimana semestinya bersamaan juga dengan dihentikannnya pembangunan pabrik semen tsb. malah semakin membuat pembangunan dipercepat untuk segera diselesaikan. Kian hari pemimpin RI nomor satu ini makin memudar dan meredup. Namanya yang dulu terkesan sederhana bersahaja dan mudah ditemui serasa menembus sebuah perjalanan menjelajah wilayah terpencil dengan jarak jutaan kilometer untuk menemuinya, sombongnya dirimu dimana sosok wong cilikmu itu JOKOWI?

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY