Diary Hijaber Menuju Puncak Semeru

Diary Hijaber Menuju Puncak Semeru

71
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Hai………. Salam Tulang Punggung.

Trip Backbone kali ini adalah melakukan pendakian ke Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Gunung Semeru memiliki ketinggian 3676 Mdpl (diatas permukaan laut). Ini merupakan langkah pertama dari Tujuh Gunung yang termasuk ke dalam list se7en Summits Indonesia.

Se7en Summits Indonesia merupakan salah satu dari program besar Backbone Adventure. Mengapa kita memilih pulau Jawa terlebih dahulu? Karena posisinya yang lebih strategis mengingat waktu yang singkat, peserta Backbone banyak yang sudah bekerja dan keindahan Mahameru yang semakin dirindukan oleh para pendaki Backbone.
Ini kisah perjalanan kami menuju kota apel.

Di moment kali ini, Tanggal 29 Juni 2017 tepatnya empat hari setelah lebaran kita semua berbondong untuk menuju Malang melalui stasiun pasar senen sebagai titik kumpul.

Yaaa, maklum namanya habis lebaran dan memang masanya mudik ke kampung halaman. Stasiun pasar senen menjadi salah satu pusat pengantrian mudik. Kami menaiki kereta Matarmaja Lebaran kelas ekonomi yang sekarang lebih nyaman dan ber-ac hehe.

Lima belas orang dari jumlah keseluruhan menempuh perjalanan via rute terjauh dari Jakarta ke Malang menghabiskan waktu kurang lebih selama delapan belas jam. Meski beberapa dari kami mengalami kelelahan sehingga tertidur pulas, ada yang bosan, ada yang main games selama perjalanan, ada yang bercerita dan membaca buku semua itu tak menyurutkan semangat kami untuk bertemu sekaligus silaturahmi setelah lebaran idul Fitri 1438 H.

Ternyata banyak juga pendaki yang memiliki rencana setelah lebaran ini. Kamu tahu tujuan mereka kemana? Rata-rata ke Malang dengan tujuan yang sama yaitu Gunung Semeru.

Bayangkan ratusan orang menuju semeru. Selama diperjalanan pun kami mendapatkan kabar dari sosial media kalau ternyata Kawasan Semeru ini sudah dipadati para pendaki. ya memang kuota pendaki setiap harinya dibatasi maksimal 500 orang.

Kondisinya juga memperihatinkan karena pendaki memenuhi pos simaksi dengan sikon yang berdesakan dan ramai. Para pendaki siap menunggu dan menggelar tenda disekitar pos simaksi, bahkan ada yang rela menunggu sampai dua hari untuk menanjak saja. Beruntunglah backbone karena sudah registrasi onlne untuk simaksi.

Malang menjadi meeting point untuk seluruh team. Tanggal 30 Juni 2017 Pukul 08.30 kami sampai di Malang. Backbone Adventure membawa rombongan besar setelah sebelumnya trip ke Gunung Prau. Ada 29 orang kepala (15 perempuan dan 14 laki-laki ). Dari Stasiun Malang kami semua menuju pasar Tumpang Basecamp untuk menunggu jeep, dan segala pesiapan yang belum disiapkan dengan membeli bahan-bahan makanan menjadi bekal pendakian.

Pukul 13.00 setelah semua laki-laki shalat Jumat kami semua berangkat meninggalkan pasar tumpang menuju lokasi pos simaksi dengan waktu dua jam menggunakan jeep.

Satu jeep memuat sepuluh orang dengan semua berdiri selama diperjalanan menuju Ranu Pane.

Sesampainya di Ranu Pane kami datang pukul 15.00 untuk mendaftar sekaligus istirahat dan sholat asar dipos Simaksi . Sebelum memulai pendakian tepatnya pukul 16.30 kami di briefing oleh salah satu pengurus yang bernama Pak Cakyo.

Kami diberi briefing terkait peraturan larangan, peringatan serta hal-hal yang tak boleh dilakukan selama pendakian. Pukul 17.00 kami semua melakukan pendakian. Dari dua puluh sembilan pendaki Backbone dibagi ke dalam tiga kelompok agar lebih mudah dalam pembagian makanan dan pengontrolan secara keseluruhan.

Kondisi selama perjalanan dibutuhkan fisik yang kuat, karena suhu yang dingin. Beberapa tim sempat beristirahat beberapa kali setidaknya untuk mengambil napas dan memakan perbekalan.

Perjalanan dari Ranupani hingga Ranukumbolo menghabiskan waktu 6 jam dengan kecepatan normal kami sampai pukul 11.30 dan langsung menggelar tenda untuk bermalam di Ranu kumbolo.

Tanggal 1 Juli 2017 pukul 12.30 setelah semua makan siang kami melanjutkan perjalanan dari Ranu Kumbolo menuju Oro-oro Ombo dengan waktu dua jam plus dengan istirahat makan siang dan shalat.

Kemudian pukul 14.30 kami melanjutkan perjalanan ke Cemoro Kandang.

Lanjut Jambangan dengan waktu 2 jam setelah melewati Jambangan satu persatu dari rombongan kami sampai di Kalimati untuk tempat istirahat sebelum pendakian semeru kami sampai pukul 16.30 langsung mendirikan tenda untuk beristirahat dan melakukan perencanaan untuk pendakian semeru esok.

Malam kami memasak, mempersiapakan bekal untuk pendakian besok pagi. Tanggal 2 Juli 2017 kami melakukan pendakian pukul 01.30 dini hari tujuannya agar tidak terlalu pagi sampai dipuncak menghindari hipotemia.

Dari Kalimati menuju Arcopodo lalu melewati batas vegetasi tumbuhan kemudian track berpasir sudah mulau di Cemoro Tunggal. Tekstur permukaan kaki gunuhg semeru yang berpasir membuat kami semua berhati-hati dalam melangkah agar tidak terjatuh dan menyenggol batu atau pijakan.

Kondisi yang dingin, dehidrasi membuat beberapa dari kami tetap melanjutkan perjalanan menuju puncak dengan perlahan dan tertatih-tatih tapi tidak menyurutkan semangat kami. Pukul 08.00 Kami sampai puncak Mahameru dan turun kembali pukul 09.30 sesuai peraturan bahwa pendakian ke puncak Mahameru hanya batas sampai jam 10 pagi sudah harus turun kembali ke bawah.

Mengingat setiap jam 10 pagi gas beracun dan materia asap berbahaya sering keluar dari mulut Mahameru. Dari dua puluh sembilan pendaki, enam belas di antaranya berhasil sampai puncak dan turun kembali ke Kalimati dengan selamat.

Tanggal 3 Juli 2017 Kami kembali pulang menuruni rute yang sama untuk kembali ke Ranu Pani dengan selamat pada pukul 19.30 dari rombongan yang paing belakang sampai.

Gunung Semeru terlihat dari Kejauhan saat Tim telah turun untuk pulang menuju Ranu Pane

Kami kembali ke Pasar Tumpang pada tanggal 3 Juli 2017 malam pukul 22.30 lalu beristirahat untuk kembali ke Jakarta. Tanggal 4 Juli 2017 kami kembali ke Jakarta dengan waktu dan tujuan yang berbeda-beda dan sampai Jakarta pada 5 Juli 2017.

Sekian perjalanan kami. Ini cerita belum lengkap rasanya ketika belum memperkenalkan 29 orang dalam tim kami diantaranya yaitu :

Hovidin, Jafar, Mirza, Rowi, Naufal, Ayu Budi, NW, Fatimah, Hanasa, Maiske, Andi, Ikhsan, Topan, Ardi, Lia, Isti ,Epong, Ima, Aprie, Fadlur, Vicky, Nuri, Sidiq, NIta, Ufai, Kurnia, Saibah, Nurul , dan Tsabit.

Hanasa Shelviani

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY