CB, Kegagalan Teori Maslow, dan Kedamaian

CB, Kegagalan Teori Maslow, dan Kedamaian

49
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Bagi generasi MTV tahun 2000an, pasti tahu benar Linkin Park adalah salah satu band papan atas. Apalagi yang tidak suka musik dan lirik menye-menye, lagu-lagu LP yang hits “wajib” mengiringi keseharian. Sebutlah Crawling, One Step Closer, In The End, dll yang ada di album Hybrid Theory. Tidak tanggung-tanggung, album ini mampu terjual lebih dari 10 juta kopi. Bahkan memenangkan berbagai penghargaan.

Tapi apa yang terjadi 17 tahun kemudian? CB, sang vokalis LP yang kerap menciptakan dan menyanyikan lagu-lagu cadas itu mati bunuh diri!

Bukankah dia telah merasakan puncak aktualisasi diri? Yang menurut Maslow adalah kebutuhan tertinggi manusia.

Terkenal, kaya, bisa bebas berekspresi, punya banyak aktivitas, tak lantas mampu mengisi dan mendamaikan jiwa. Betapa banyak manusia yang meski 5 kebutuhannya (seperti yang tersebut dalam Pyramid of Needs) terpenuhi namun lebih memilih mati daripada melanjutkan kehidupan di dunia ini?

Bersyukur Allah bimbing saya “bertemu” konsep Hierarchy of Needs dari Syaikh Hamza Yusuf. Terinspirasi dari sabda masyhur Nabi Muhammad.

“His rearrangement of Maslow’s theory according to the Prophetic model stated in the famous hadith: “Spread peace. Feed people. Maintain kinship ties. Pray while people are asleep. Then, you shall enter Paradise in Peace.”

From Bottom-Up:

5) Safety: Spread Peace — Government

4) Physiological: Feed People — Social Institutions

3) Love/Belonging: Maintain Kinship Ties — Individual and Communal

2) Esteem: Pray while People are Asleep at Night — Individual

1) Self-Actualization: Then, You shall Enter Paradise in Peace — God

An interesting point that Shaykh Hamza made is that the hierarchy begins and ends with peace, as if peace is what connects all needs.”

Nunu Karlina

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY