Catatan Prestasi Ketua KPU RI: In Memoriam Husni Kamil Manik

Catatan Prestasi Ketua KPU RI: In Memoriam Husni Kamil Manik

414
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Turut berduka cita atas wafatnya almarhum Husni Kamil Manik yang masih dalam masa jabatan amanah sebagai ketua KPU Pusat periode 2012-2017.Semenjak di kepalai oleh almarhum banyak catatan prestasi yang dilakukan beliau.

Husni Kamil Manik lahir pada 18 Juli 1975 tepat 40 tahun lalu, di Kota Medan. Husni menempuh pendidikan dari SD hingga MTsN di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Setelah lulus dari MAN I Medan, ia lulus masuk ke Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.

Ia juga aktif di organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdhatul Ulama Wilayah Sumatera Barat, sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) periode 2010-2015. Beliau beristrikan Endang Mulyani, dan dikaruniai anak yaitu MA Afifuddin Manik, Abid WA Manik, serta Nuraisyah H Manik.

Beliau pernah menjabat Ketua Komisi Pemilihan Umum periode 2012-2017, dan sebelumnya ia merupakan komisioner KPUD Sumatera Barat 2008-2013. Ia terpilih menjadi ketua KPU Pusat periode 2012-2017. Husni dipilih setelah musyawarah dan mufakat yang dilakukan 7 anggota KPU April 2012 lalu.

Mekanisme pemilihan tersebut terbagi dalam 2 tahapan hingga akhirnya Husni terpilih. Tahap pertama, pemungutan suara terbanyak (voting), yaitu ketujuh anggota memberikan 2 pilihan nama yang berbeda. Setelah dilakukan penghitungan, terdapat 2 nama yang memperoleh suara terbanyak, yakni Arief Budiman dan Husni Kamil Manik.

Kemudian, disepakati, penentuan ketua ditempuh dengan cara musyawarah-mufakat, tanpa melibatkan kedua orang tersebut, lalu terpilihlah Husni Kamil Manik.

Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua KPU, Husni mangatakan, sebagai langkah awal, ia siap membuat gebrakan perubahan, dan bertekad mewujudkan Pemilu 2014 yang bersih dan bebas dari segala kepentingan partai politik.

“Kami akan melakukan langkah-langkah perbaikan. KPU harus dapat menyelenggarakan pemilu yang jujur dan adil, serta adanya peningkatan kualitas, khususnya untuk pemilu legislatif dan Pilpres 2014,” kata Husni kala itu.

Menurutnya, perkembangan KPU yang sudah dirintis pasca reformasi harus dijaga dengan baik. Ia dan seluruh komisioner KPU bertekad untuk membuat prestasi yang melebihi pendahulunya.

Selama masa jabatan almarhum dari Hasil evaluasi Pengelolaan dan Pelayanan Infomasi Publik menunjukkan adanya perbaikan dalam keterbukaan informasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah, sebagaimana disebutkan dalam sebuah artikel di kpu.go.id

“Kendala yang perlu dibenahi salah satunya adalah perubahan mindset atau cara pandang di jajaran KPU sendiri bahwa keterbukaan informasi saat ini sudah menjadi keniscayaan hak publik yang tidak dapat dihalang-halangi,” ujar Husni dalam rapat evaluasi di Ruang Sidang KPU RI (23/3).

Walaupun KPU telah menunjukan prestasi signifikan dalam pengelolaan dan pelayanan informasi publik, Husni mengingatkan agar seluruh jajaran KPU semakin meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada publik. Komitmen merealisasikan keterbukaan informasi menjadi penting untuk menjadikan KPU sebagai badan publik yang professional, transparan dan akuntabel di mata publik yang kian menyadari hak-haknya untuk mendapatkan informasi kepemiluan.

Husni mengatakan meski penilaian realisasi pembentukan PPID di lingkungan KPU sedikit terlambat, namun KPU telah memberikan pergerakan yang cepat dan meraih pencapaian yang positif. Salah satu indikator pencapaian positif tersebut ialah dengan ditetapkannya KPU RI sebagai badan publik terbaik kedua dalam hal pelayanan dan pengelolaan informasi publik.

Ia berharap pencapaian di tingkat pusat tersebut dapat menular kepada jajaran KPU pada tingkatan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Masih menurut sumber kpu.go.id pada pemilu tahun 2014, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, atas dimasukkannya isu pangan, energi dan lingkungan hidup dalam penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014. Pemberian penghargaan ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Walhi, Abetnego Tarigan, kepada Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik, di Ruang Sidang Utama KPU RI, Selasa, 03/09.

Masuknya isu pangan, energi dan lingkungan hidup itu diantaranya dapat dilihat pada Debat Capres dan Cawapres putaran kelima yang berlangsung pada 5 Juli 2014. Menurut Tarigan, penggabungan ketiga tema tersebut dalam materi debat Capres-Cawapres Pemilu 2014 menjadi hal yang sangat penting karena berkaitan dengan sesuatu yang bersifat prinsipil.

“Kita tahu pangan dan energi merupakan hak dasar kita, dan lingkungan ini merupakan suatu hal yang penting. Kalau kita lihat Pemilu 2009, isu lingkungan digabung dengan kesehatan. Sehingga debatnya teknis-teknis lingkungan saja. Tapi di tahun ini, politik pangan, politik energi dan politik lingkungan digabungkan menjadi suatu hal yang menurut kami penting,” kata Tarigan.

Selain itu, Walhi menyampaikan indikator penting dari penilain ini antara lain menurunnya secara drastis penggunaan alat peraga yang tak pada tempatnya. “Jumlah penggunaan baliho ataupun spanduk menurun drastis jika dibandingkan dengan Pemilu 2009,” ungkapnya.

Ketua KPU RI Husni Kamil Manik menyambut baik penghargaan dari Walhi tersebut. “Mudah-mudahan apa yang menjadi pendapat dari Walhi terhadap Pemilu 2014 ini bisa menjadi perhatian kita ke depan dalam upaya kita meningkatkan penyelenggaraan Pemilu,” kata Husni.
Husni berharap, penghargaan ini mampu menjadi motivasi seluruh jajaran penyelenggara dari pusat hingga daerah, supaya dapat mencapai prestasi-prestasi berikutnya pada penyelenggaraan pemilu-pemilu yang akan datang.

Husni menerangkan, dalam penyelenggaraan Pemilu 2014, pihaknya telah mendiskusi dan mengingatkan agar pesta demokrasi ini harus bisa berjalan dengan ramah lingkungan. “Jangan sampai ada penyelenggaraan pemilu yang kemudian menimbulkan kerusakan lingkungan, walaupun mungkin dilakukan secara sadar atau pun tidak sadar, langsung ataupun tidak langsung,” kata Husni.

Ia juga menjelaskan, pada penyelenggaraan Pileg 9 April 2014 lalu, KPU telah membuat aturan agar para peserta pemilu tidak merusak taman dan pepohonan dalam memublikasikan alat peraga kampanye.

“Walaupun masih ada yang kurang patuh, yakni mereka yang langsung memakukan fotonya di pepohonan. Ada juga yang mengecat pepohonan.”

Kemudian saat Pilpres, lanjut Husni, KPU juga mengharuskan Capres-Cawapres peserta Pemilu 2014 untuk mempunyai visi misi yang mengutarakan tentang lingkungan. “Sebagai tindak lanjut dari visi misi tentang lingkungan itu, kita memasukkan materi tersebut dalam Debat Capres-Cawapres Pemilu 2014,” ujarnya.

“Jadi kita memang punya komitmen agar Pemilu ini bisa ramah lingkungan. Kemudian pasca pemilu, siapapun yang akan memimpin bangsa ini juga punya visi untuk melakukan proses pembangunan di satu sisi, tapi juga melestarikan lingkungan di sisi lain,” kata Husni pada waktu itu.

Pihak Walhi sendiri berharap, penghargaan ini dapat mendorong KPU sebagai penyelenggara pemilu untuk mewujudkan pemilu yang memperhatikan seputar isu lingkungan hidup. “Kita tahu setelah Pemilu 2014 ini selesai, akan banyak sekali Pemilukada di tahun 2015. Sehingga kami harapkan, isu lingkungan ini bisa menjadi isu penting yang didorong oleh pemerintah daerah. Melalui KPU RI, kami berharap penghargaan ini dapat menjadi pengingat agar penyelenggaraan pemilu di daerah dengan isu lingkungan itu dapat menjadi lebih baik,” pungkas Tarigan.

Selamat Jalan Husni Kamil Manik! (HS)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY