Black Campaign Serang Yusril, Gejala Ketakutan Pendukung Ahok?

Black Campaign Serang Yusril, Gejala Ketakutan Pendukung Ahok?

510
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Pada minggu ini, pertengahan Mei 2016, beredar dua meme yang isinya menghancurkan citra Yusril Ihza Mahendra. Kedua meme itu ramai diperbincangkan oleh netizen.

Meme pertama, menuding bahwa Yusril menjilat Presiden SBY, karena kalah kursi dari partai pesaing. Meme kedua, menuding bahwa Yusril menjilat Megawati dan PDIP setelah sebelumnya, Yusril mengkritik keras kedua presiden tersebut.

Beberapa akun lantas menyampaikan bantahan. Akun @Stone_Cobain misalnya, memaparkan hubungan antara Yusril, Presiden SBY, dan Denny Indrayana.

Menurut akun tersebut, tuduhan bahwa Yusril tadinya kontra SBY menjadi menjilat SBY sangat tidak masuk akal. Dalam kultweet berjudul “Upaya Ahokers Memfitnah Yusril Dengan Foto Lama Terkait Denny Indrayana”, ia memaparkan perang statemen yang dulu berlangsung antara Yusril dan Denny.

Pada waktu itu, Yusril menjadi pengacara seorang terdakwa kasus korupsi. Oleh Denny yang saat itu menjabat Wamenkumham, ia disebut Advokat Koruptor. Ini jelas melecehkan profesi pengacara/advokat. Setelahnya, Yusril bertanya balik, apakah kalau presiden memberikan grasi pada koruptor, berarti menjadi Presiden Koruptor? Pertanyaan ini tidak dijawab Denny yang akhirnya menjadi tersangka korupsi pada 2015.

Mengenai foto kedua, berkaitan dengan komentar akun media sosial dari DPC PDIP Natuna yang mempertanyakan kapabilitas Yusril untuk bicara soal ekonomi.

Oleh Yusril, diskak balik dengan bertanya, adakah kredibilitas Puan, sebab Puan Maharani menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia. “Kenapa Puan tidak Anda suruh berhenti, sebab dia bukan seorang budayawan?” Katanya waktu itu.

Namun, meme kedua ini menuding Yusril kemudian menjilat Megawati. Padahal, Yusril, Megawati dan Taufik Kiemas adalah kawan dekat yang biasa berbicara bersama dan saling mengunjungi, baik ada atau tidak ada Pilgub DKI.

Kampanye hitam atau black campaign menjadi fenomena tersendiri di tengah era media sosial, karena seringkali dilakukan secara masif dan viral.

Yusril sendiri saat ini menjadi pengacara warga Bidara Cina yang menang di PTUN terhadap Ahok, dan juga pengacara warga Penjaringan, yang rumahnyya digusur padahal memiliki bukti kepemilikan. (HG)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY