BEM Seluruh Indonesia: Rilis Rapat Kerja APBN-P Komisi X DPR RI dengan...

BEM Seluruh Indonesia: Rilis Rapat Kerja APBN-P Komisi X DPR RI dengan Kemenristekdikti

378
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Senin, 27 Juni 2016 dilaksanakan rapat kerja RKA/L Kemenristekdikti Tahun Anggaran 2016 bersama Komisi X DPR RI. Rapat dihadiri 38 anggota komisi X beserta Menristekdikti, Bapak M. Natsir dan beberapa pejabat eselon Kemenristekdikti.

Rapat ini merupakan finalisasi dari rapat kerja di tanggal 13 Juni dan rapat Banggar DPR RI 23 Juni lalu. Dari rapat tersebut dihasilkan beberapa kesimpulan akhir, yaitu:

1. Komisi X menyetujui pemotongan anggaran sebesar 1,93 T yang diajukan oleh Kemenristekdikti terkait penghematan anggaran belanja negara yang diusulkan oleh Presiden RI melalui Kemenkeu.

2. Komisi X menyetujui penyesuaian angaran pendidikan sebesar 81,248 Milliar (31,248 M untuk perbaikan gedung BPPT, 50 M untuk beasiswa BBP PPA di PTN).

3. Komisi X DPR RI menyetujui tambahan anggaran fungsi pendidikan sebesar 1,8 T yg dialokasikan untuk bidikmisi sebesar 90 M untuk 15.000 kuota mahasiswa dan peningkatan sarana dan prasarana perguruan tinggi sebesar 1,71 T.

4. Komisi X DPR RI menyetujui penyesuaian anggaran PNBP sebesar 82 M yang dialokasikan untuk program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya.

5. Komisi X DPR RI menyetujui penyesuaian pengurangan anggaran sebesar 82 M, yang bersumber dari program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya.

6. Komisi X DPR RI menyetujui penyesuaian anggaran PHLN sebesar Rp. 5.000,- yang dialokasikan untuk program pembelajaran dan kemahasiswaan.

7. Dari poin 4-6, Maka pagu definitif Kemenristekdikti untuk tahun anggaran 2016 yang semula 40,627 T menjadi 40,555 T pada RAPBN perubahan 2016.

8. Komisi X dan Kemenristekdikti sepakat menandatangani RKA/L sebesar 40,555 T.

9. Dalam rangka pengawasan dan evaluasi target kinerja dilaporkan kepada Komisi X permasa sidang.

10. Catatan tambahan dari Fraksi Gerindra, Sutan Abdul Hendra: dalam APBN-P ada pemotongan 1,95 T, lalu ada tambahan 1,8 T, namun tetap ada pemotongan sebesar 72 M, Fraksi Gerindra menyayangkan namun belum memberikan pendapat (disclaimer) tetapi mengusulkan adanya perbaikan di tahun berikutnya.

Demikian seperti diperoleh Tim Ruangbicara dari Kementerian kajian strategis BEM UNS 2016, Koordinator Isu Pendidikan BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia), dengan penyuntingan seperlunya. (AA)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY