As-Shabaab: Yang Mereka Beritakan Kepada Dunia Adalah Kebohongan

As-Shabaab: Yang Mereka Beritakan Kepada Dunia Adalah Kebohongan

235
0
BERBAGI

RB- Selasa (08/03), media online reuters.com merilis pernyataan bahwa AS meluncurkan serangan udara ke Somalia, dan menewaskan lebih dari 150 orang anggota kelompok As-shabaab. Serangan hari sabtu menargetkan training camp ‘Raso’ milik as-shabaab, yang terletak sekitar 120 mil dari utara kota Mogadishu, klaim Pentagon.

Pihak militer AS mengaku sudah mengamati kamp tersebut dalam beberapa minggu sebelum penyerangan, juga telah mengumpulkan sejumlah intelijen untuk melaporkan keadaan. Sekretaris Angkatan Udara AS, Deborah Lee James menggambarkan serangan ini sebagai bentuk pertahanan diri. “ada banyak intel (disana)… kelompok penyerang ini akan memulai misi yang ditujukan langsung untuk menghancurkan AS dan partner kami.” Terang James kepada para wartawan.

Tak lama setelah pemberitaan tersebut, Aljazeera.com merilis pernyataan dari juru bicara Kelompok Militer As-Shabaab yang menyangkal pemberitaan media barat terkait jumlah korban tewas dari kelompoknya.

“Penyerangan itu benar terjadi, dan benar terjadi di tempat yang mereka sebutkan. Namun, jumlah korban tewas yang mereka beritakan pada dunia adalah kebohongan,” Terangnya pada Aljazeera.com melalui telepon. “Amerika sedang bermimpi. Kami tidak pernah mengumpulkan pejuang kami dalam jumlah begitu besar dalam satu tempat, kami tahu situasi yang aman.”

Siapakah As-shabaab?

As-Shabaab sendiri merupakan kelompok bersenjata yang memerangi pemerintah Somalia. Organisasi ini beraliran sufisme dan menginginkan penerapan hukum syar’i di Somalia sebagai hukum yang berlaku. 9 februari 2012, salah satu pemimpin As-Shabaab menyatakan bergabungnya organisasi ini pada jaringan Al-Qaeda dalam sebuah video singkat.

As-Shabaab sempat berkuasa di sebagian besar wilayah Somalia dengan kampanyenya yang berupa tawaran perbaikan kondisi ekonomi mandiri para warganya. Mereka berhasil merekrut banyak orang dan mendapat dukungan masyarakat Somalia. Namun dukungan itu berkurang dan berubah menjadi sikap antipati saat As-Shabaab menolak bantuan makanan dari barat sedangkan Somalia dalam kekeringan hebat tahun 2010.

Kegiatan mereka antara lain, pelatihan militer, perekrutan anggota, pengeboman di tempat-tempat tertentu, dan penyerangan gerilya ke markas Misi Penjagaan Kedamaian Afrika Bersatu (AMISOM), atau markas-markas angkatan bersenjata Somalia dan pendukungnya dari Amerika dan Kesatuan Afrika.

Dalam tahun-tahun terakhir, kondisi keamanan negara-negara di Timur Tengah (termasuk Somalia) cukup mengenaskan. Dimulai dengan pemberontakan dimana-mana, juga munculnya berbagai gerakan oposisi baik mengatasnamakan muslim atau bukan, yang menebar teror pengeboman dan penyerangan. Dan uniknya, di setiap konflik yang terjadi di Timur Tengah atau negara-negara sekitar selalu ada ‘peran’ Amerika disana.

Pantauan tim Ruangbicara sendiri, sesaat setelah serangan itu terjadi pada 06/03, justru media barat seperti BBC dan New York Times lah yang pertama kali memberitakan. Media lokal Afrika atau Timur Tengah baru mengabarkan hal ini beberapa jam kemudian.

Pemberitaan oleh media barat ini juga mengalami simpang siur hingga beberapa jam kemudian, mengenai jumlah korban, teknis serangan, apakah dengan drone atau pesawat udara biasa, dan seterusnya. (IF)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY