Apakah Bantuan Kita Ke Aleppo Disalurkan Ke ISIS?

Apakah Bantuan Kita Ke Aleppo Disalurkan Ke ISIS?

223
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Bantuan ke daerah konflik karena perang, jelas sangat berbeda dengan bantuan ke daerah bencana. Belakangan ini beredar isu bahwa bantuan ke Aleppo justru disalurkan ke ISIS.

Berita itu adalah berita hoax yang tidak berdasar. Kenapa bisa? Setidak-tidaknya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan.

1. Pilih jalur teraman agar bantuan sampai dengan cara tercepat dan volume terbanyak.

Di daerah konflik, jika kita begitu saja mempercayakan bantuan pada pemerintah, belum tentu bantuan itu akan sampai. Di samping setiap kubu yang berkonflik punya “simpanan” korban masing-masing, biasanya pemerintah akan memilih lokasi yang termudah dijangkau dan tercepat.

Sementara, lokasi-lokasi tersembunyi yang menyimpan korban biasanya terlarang, dan tidak bisa ditembus tim reguler. Di Aleppo, lokasi ini dikuasai oleh mujahidin sunni dan ISIS. Sementara, lokasi lain dikuasai oleh rezim Bashar Al-Assad.

2. Kepada siapa bantuan disalurkan?

Di Suriah, pihak yang berkonflik secara garis besar terbagi tiga. Pihak ISIS, pihak Pemerintah Suriah dengan bantuan Iran dan Rusia, pihak Arab Saudi dengan bantuan Amerika Serikat, dan ditambah pihak pemberontak lokal sunni.

Bantuan biasanya diberikan lewat Arab Saudi atau pemberontak lokal. Jika bantuan itu disergap lawan, maka habis sudah. Akan sama saja jika bantuan ini disergap dan kemudian dibakar di medan perang. Maka, kadang cara-cara cerdik harus digunakan. Bukan rahasia jika medan perang mencurigai setiap apapun yang lewat.

3. Bagaimana alurnya?

Suriah berbatasan dengan beberapa negara. Yang jelas, Aleppo sendiri berada di dalam batas negara Suriah. Bantuan jelas harus melewati Suriah sebagai pemilik kuasa administratif. Daerah Aleppo tidak seberantakan itu, memang. Bantuan masih bisa menembus daerah itu dengan aman. Akan tetapi, tidak ada jaminan akan sampai.

4. Bantuan Uang lebih mudah masuk daripada barang

Jelas melalui sistem transfer uang lebih mudah masuk. Akan tetapi, ke manakah bantuan ini masuk, biasanya, di Palestina, bantuan akan lewat tanpa perantara. Artinya, langsung ke titik-titik yang membutuhkan. Ada rumah hancur? Langsung. Ada sekolah hancur? Dirikan langsung. Karena, jika lewat perantara, tidak ada jaminan uang itu sampai dengan aman tanpa disunat. Terlebih, di sana harga-harga melambung tinggi sehingga uang menjadi langka.

Sementara, shelter PBB biasanya memiliki kecukupan uang. Bantuan kita diberikan segera setelah konflik terjadi sebab mampu menembus batas-batas kerumitan anggaran negara.

5. Namanya konflik, pihak-pihak yang ada jadi saling curiga.

Maksudnya, jelas tidak sembarang orang bisa kita percaya, dan tidak semua orang percaya kita. Anda membayangkan kita bisa memberi bantuan seperti banjir di Kampung Melayu? Buang anggapan itu jauh-jauh.

Tim medis harus melewati pemeriksaan berulang-ulang. Itupun, jika negara yang bersangkutan memerangi Suriah, bisa dipastikan Anda akan dianggap mata-mata.

Bantuan kita, tidak dimasukkan lewat ISIS karena kenyataannya, ISIS terbilang teroris terkaya. Ia menguasai banyak ladang minyak dan kemudian menjualnya dengan harga murah. Jika bantuan kita diberikan pada ISIS, nilainya jelas terlalu kecil.

Di sisi lain, isu ini nampaknya hanya hadir untuk memecah belah umat islam. Waspadalah, waspadalah. (RB)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY