Agung Podomoro Grup Tabrak UU Kebahasaan?

Agung Podomoro Grup Tabrak UU Kebahasaan?

455
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Pada 9 Juli 2009 lalu, Undang-undang tentang bendera, lambang negara, bahasa negara, dan lagu kebangsaan ternyata sudah disahkan oleh Pemerintah RI. Undang-undang ini cukup detail mengatur seputar penggunan bendera, lambang negara, dan upaya-upaya menggunakan bahasa Indonesia.

Pada Bab III UU pasal 36 ayat 3, dikatakan Bahasa Indonesia wajib digunakan untuk nama bangunan atau gedung, jalan, apartemen atau permukiman, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, lembaga usaha, lembaga pendidikan, organisasi yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia. Ditambah lagi, Bahasa Indonesia ternyata wajib digunakan dalam rambu umum, penunjuk jalan, fasilitas umum, spanduk, dan alat informasi lain yang merupakan pelayanan umum. Ini tertera jelas pada ayat 1 pasal 38.

Pada pantauan tim Ruangbicara, beberapa pengembang di Jakarta masih menggunakan nama asing dalam nama bangunan, gedung, jalan, apartemen, pemukiman, dan sejenisnya. Sebagai contoh, proyek yang dikembangkan Agung Podomoro.

Nama resmi sebuah proyek yang dikembangkan di kawasan pantai utara Jakarta misalnya, dinamakan Pluit City, padahal mestinya dinamakan sebagai Kota Pluit atau Pluit Kota. Ini jelas menabrak kandungan UU di atas. Ditambah lagi, nama pusat perbelanjaan di sana, yaitu Mall Bay Walk, nyata menentang isi UU ini. mestinya, menjadi Mall Jalan Teluk.

Padahal, pasal 25 undang-undang ini jelas menyatakan bahwa bahasa Indonesia berfungsi sebagai jati diri bangsa kebanggaan nasional, dan pemersatu. Penamaan dengan bahasa asing ini jelas mengancam jati diri bangsa kita.

Perlu diketahui, Pluit City di pantai Jakarta Utara ini sendiri terkena kasus, sebab izin reklamasi baru dikeluarkan dari Pemprov DKI Jakarta, padahal semestinya juga dikeluarkan dari kementerian terkait. Kementerian Kelautan sendiri belum menerbitkan izin, meski demikian, anak perusahaan Agung Podomoro tetap menguruk bibir pantai perlahan-lahan. (AA)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY