7 Kenangan Buruk Masa Ospek yang Dihapus Menteri Anies

7 Kenangan Buruk Masa Ospek yang Dihapus Menteri Anies

275
0
BERBAGI

RB, Jakarta-Masa jabatan Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang terhitung singkat memberikan banyak perubahan mendasar. Nah, kamu masih ingat kenangan ospek masa sekolah menengah dulu?

Ospek di sekolah kini dilarang. Apa saja kenangan buruk itu?

1. Membawa makanan dengan berbagai sandi

“Tahu kerucut pandangan bawah”, “sayur topi baja”, “nasi pocong”, “nasi nyerah”, merupakan segelintir menu yang biasanya hadir dengan alibi untuk membuat siswa lebih kritis.

Masalahnya, ini akan membuat siswa terpaksa mencari-cari dan seringkali bukan nalar kritis yang didapat, melainkan pekerjaan sia-sia yang buang waktu.

2. Membawa snack dengan petunjuk yang tidak nyambung

“Kusuka 2 taro 1”, “permen si kaki merah”, atau “susu rasa bakteri” merupakan menu makanan ringan yang biasanya muncul. Di sinilah kakak kelas akan bermain dengan klu, sebab mereka yang salah bawa, akan disita bawaannya dan kemudian jadi konsumsi kakak kelas.

3. Tas karung terigu dan tali sepatu

Ini adalah barang bawaan yang tidak masuk akal. Karung terigu itu biasanya diperintah untuk dicuci, lalu diwarnai sesuai identitas kelas atau daerah. Selain merusak bahu, ini juga membuat seolah-olah siswa baru adalah tontonan warga.

4. Topi dengan bentuk yang tidak masuk akal

Topi kertas santa, topi segi enam ukuran 80 x 80 cm, atau topi dengan topeng aneka hewan, adalah pemandangan lumrah ketika ospek diadakan. Ini jelas tidak mendidik.

5. Pita aneka warna bagi perempuan

Pita ini digunakan menguncir rambut, dan seringkali digunakan dengan tidak semestinya, misalnya, kuncir ke depan, atau dibentuk menjadi anak culun.

6. Kekerasan verbal

Kekerasan verbal yang ada, misalnya sekadar harus menyebut “siap senior” ketika lewat, atau mengganti nama siswa dengan binatang, pelawak, atau bintang film porno, adalah hal buruk yang biasa terjadi.

Kekerasan ini juga bisa berupa intonasi dan ekspresi yang sangat tidak manusiawi. Seolah-olah kakak kelas menjadi raja dan hakim. Seringkali, sepulang ospek, siswa menjadi trauma.

7. Kekerasan fisik

Inilah teror sesungguhnya dari ospek yang dihapuskan Menteri Anies kala itu. Kekerasan ini bisa berupa hukuman push up, sit up, dan pull up yang tidak masuk akal, lari keliling lapangan untuk kesalahan kecil, sampai dengan kekerasan yang menjurus pelecehan seksual.

Berdasarkan kesaksian, pernah ada hukuman berupa mengganti celana dengan rok bagi siswa laki-laki, atau sekadar melucuti seluruh busana hingga tersisa pakaian dalam bagi laki-laki di depan siswa perempuan. Lebih parah lagi, hukuman berupa ciuman, tamparan, dan sejenisnya juga pernah ada.

Seram ya? Semoga dunia pendidikan kita lebih baik! (AA)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY