116 Tahun Moh.Hatta : Bangsa Ini Telah Kehilangan Rasa Malunya

116 Tahun Moh.Hatta : Bangsa Ini Telah Kehilangan Rasa Malunya

356
0
BERBAGI

RB, Jakarta-30 tahun sudah salah satu proklamator negara Moh. Hatta meninggal dunia. Namun, semangatnya, kejujurannya, masih menjadi kenangan dan kebanggaan tersendiri bagi Indonesia.

Hatta lahir dari keluarga Minangkabau. Dia lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 12 Agustus 1902. Beliau juga menempuh pendidikan Sekolah Melayu dan melanjutkan sekolahnya di Eeropeesce Large School (1906) sampai akhirnya Hatta mendapatkan gelar Doktoral dari Nederland Handelshogeschool Rotterdam, Belanda (1932).

Sepulangnya dari Rotterdam, Hatta terbilang sangat aktif di berbagai organisasi. Sampai pada diamankan oleh Partai Nasional Indonesia (PNI Baru) untuk menjadi ketua (1934-1935). Saat Jepang mengalami kesulitan pasca Kekalahan perang melawan sekutu,  terjadi polemik golongan tua dan muda untuk masalah kemerdekaan indonesia.

Akhirnya, Tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan, yang menjadikan Hatta salah satu bapak proklamator kemerdekaan. Inilah sedikit sejarah tentang Hatta.

Hari itu, 14 Maret 1980, menjadi hari gugur bunga bagi Indonesia. Rumah sakit Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo saksi bisu nafas terakhir sang proklamator. Ribuan masyarakat membanjiri jalanan ibukota mengiringi mobil jenazah Hatta ke pemakamannya. Pada usia 77 tahun, Hatta dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada 15 maret 1980.

Dirinya meninggalkan pesan terakhir bagi Bangsa dengan 6 kata:

“BANGSA INI TELAH HILANG RASA MALUNYA.”

Rindu kami padamu,  proklamator negeri. (ED)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY